10 Ciri-ciri Anak yang Bahagia, Tanda Kasih Sayang Orang Tua Berhasil

1 hour ago 7

CNN Indonesia

Senin, 17 Agu 2026 19:00 WIB

Ciri-ciri anak yang bahagia. Ilustrasi. Ciri-ciri anak yang bahagia menandakan keberhasilan kasih sayang orang tua. (iStockphoto/jacoblund)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Anak yang bahagia muncul berkat kasih sayang penuh yang diberikan orang tua. Memangnya, apa saja ciri-ciri anak yang bahagia? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Saat bayi, orang tua mudah mengetahui kapan si kecil bahagia lewat tawa dan jeritannya. Tapi seiring pertambahan usia, perasaan anak jadi lebih kompleks. Tanda anak yang bahagia jadi lebih sulit diidentifikasi.

Bagi orang tua, hal tersebut boleh jadi bikin deg-degan. Betapa tidak, hampir semua orang tua menginginkan si kecil tumbuh dengan bahagia. Sebuah studi bahkan menemukan, 73 persen orang tua menganggap kebahagiaan sebagai tujuan utama, alih-alih kesuksesan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ciri-ciri anak yang bahagia

Jadi, bagaimana Anda bisa mengetahui si kecil bahagia atau tidak. Simak tanda-tandanya di bawah ini, melansir Parents.

1. Senyum dan tawa yang tulus

Salah satu ciri anak yang bahagia yang paling jelas bisa dilihat dari senyum dan tawa spontannya.

"Bukan [tertawa] hanya ketika seseorang melontarkan lelucon, tapi juga selama interaksi sehari-hari," ujar psikolog anak di Norton Children's, Amerika Serikat (AS), Katy Hopkins.

Bahasa tubuh dan isyarat fisik adalah beberapa cara paling awal yang digunakan anak untuk mengekspresikan perasaannya.

2. Senang bermain dan selalu ingin tahu

Anak yang bahagia cenderung senang bermain dan menunjukkan rasa ingin tahu alami tentang dunia di sekitar. Mereka menemukan kegembiraan dalam momen besar maupun kecil. Tak cuma saat berkegiatan bersama keluarga, tapi juga saat beraktivitas sendiri.

"Bermain adalah cara mereka [anak] menunjukkan bahwa mereka merasa aman dan optimistis tentang dunia," ujar psikiater anak di Hackensack Meridian Health, Harshasu Barot.

3. Mengekspresikan berbagai emosi

Kebahagiaan hanyalah satu dari banyak emosi yang dialami anak.

Tak realistis rasanya untuk mengharapkan si kecil selalu bahagia setiap saat. Kebahagiaan anak secara keseluruhan bergantung pada perasaan aman, dicintai, dan bebas untuk menjadi diri sendiri.

"Ini bukan tentang selalu bahagia, melainkan tentang merasa stabil, ingin tahu, dan mampu mengalami serta mengekspresikan berbagai macam emosi dalam lingkungan yang mendukung," jelas Barot.

4. Membangun persahabatan

Sejumlah anak bermain di wahana permainan di Jakarta, Jumat, 15 Desember 2017. CNNIndonesia/Safir MakkiIlustrasi. Membangun pertemanan, salah satu ciri-ciri anak yang bahagia. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Hubungan positif dengan teman dan keluarga merupakan indikator utama kebahagiaan anak. Kemampuan seorang anak untuk membangun dan mempertahankan hubungan berkontribusi pada kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Dengan kata lain, anak yang terlihat tertawa dan terlibat bersama orang lain berarti bahagia.

"Ketika anak-anak bahagia, mereka langsung bermain. Mereka imajinatif, terlibat, dan senang bermain dengan orang lain dengan cara yang sesuai," ujar profesor di Simmons School of Educational and Human Development, Brandy Schumann.

5. Percaya diri dan mandiri

Selain punya rasa ingin tahu, anak yang bahagia juga berani mengambil risiko dan senang membangun keterampilan baru. Mereka percaya diri dengan beragam pertanyaannya tentang dunia yang belum sepenuhnya dipahami.

"Yang penting, mereka tidak merasa perlu menyaring pertanyaan karena takut dianggap tidak penting atau diabaikan. Mereka juga tidak ragu untuk berbagi pemikiran karena tidak takut salah," ujar terapis keluarga Rachel Goldberg.

Anak yang bahagia juga tak terus berusaha membuat orang lain terkesan.

6. Gaya hidup sehat

Gaya hidup dan kebahagiaan akan saling berkaitan satu sama lain. Hopkins mengatakan, anak-anak yang tidak bahagia sering kali mengalami penurunan kualitas tidur, pola makan yang buruk, dan tingkat aktivitas fisik yang minim.

"Hubungan antara kesehatan fisik dan mental sangat erat, sehingga memprioritaskan keduanya sangat penting untuk kebahagiaan secara menyeluruh," ujar Hopkins.

7. Senang mengungkapkan rasa syukur

Rasa syukur, sikap positif, dan harapan semuanya terkait erat dengan kebahagiaan. Hopkins mengatakan, anak yang bahagia cenderung senang mengungkapkan rasa syukur bahkan untuk hal-hal terkecil. Mereka tak akan ragu mengucapkan terima kasih, misalnya.

"Anak-anak yang berbicara positif cenderung jauh lebih bahagia dibandingkan anak-anak yang memiliki pandangan negatif," ujar Hopkins.

8. Antusias saat melakukan sesuatu

[Gambas:Video CNN]

Anak yang bahagia merasa antusias dengan banyak hal, utamanya yang mereka nantikan. Mereka sering kali termotivasi oleh orang lain.

"Mereka mungkin melihat seseorang mencapai sesuatu atau melakukan sesuatu yang tampak sulit, lalu mereka merasa terinspirasi untuk mencobanya sendiri," ujar Goldberg.

Meski tak bisa mencapainya dengan sempurna, namun mereka tetap memiliki keinginan untuk mencoba dan berusaha dengan antusias.

"Seorang anak yang langsung berpikir 'itu keren, tapi aku tidak bisa melakukannya' saat melihat sesuatu mungkin jadi sebenarnya dia kurang bahagia," ujar Goldberg.

9. Kreatif

Ekspresi kreatif sering kali menjadi tanda kebahagiaan seorang anak. Misalnya, saat anak menggambar, bercerita, atau membuat sebuah karya.

Saat aktivitas-aktivitas di atas dilakukan sambil tersenyum dan tertawa spontan, sering kali menjadi tanpa kepuasan dan kesejahteraan emosional si kecil.

10. Merayakan kebahagiaan orang lain

Anak yang bahagia bisa ikut merasakan kegembiraan yang dialami orang lain, utamanya saudara kandung.

"Jika kakak atau adiknya mencapai sesuatu dan dipuji, alih-alih langsung berpikir bahwa itu tidak adil, mereka akan ikut gembira," ujar Goldberg.

Ciri-ciri anak yang bahagia di atas bisa menjadi indikator si kecil tumbuh dengan kasih sayang yang penuh. Ayah dan ibu sudah memberikannya?

(asr)

Read Entire Article
| | | |