10 Penyakit Paling Mematikan di Dunia, Ancaman Nyata di Depan Mata

2 hours ago 4

HARI KESEHATAN SEDUNIA

CNN Indonesia

Selasa, 07 Apr 2026 07:00 WIB

Dunia kini masih terus 'diancam' oleh berbagai penyakit mematikan. Berikut daftar penyakit paling mematikan di dunia berdasarkan data WHO. Ilustrasi. Dunia kini masih terus 'diancam' oleh berbagai penyakit mematikan. (Istockphoto/ipopba)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Hari ini, Selasa (7/4), kita memperingati Hari Kesehatan Sedunia. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan.

Kesehatan jadi salah satu hal vital yang perlu dijaga setiap individu. Tubuh yang senantiasa sehat membuat aktivitas sehari-hari jadi lebih lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, dunia kini masih terus diancam oleh berbagai penyakit mematikan. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2021, sekitar 39 juta kematian atau 57 persen dari total 68 kematian global disebabkan oleh beberapa penyakit utama.

Sebagian besar dari penyakit penyebab kematian global merupakan penyakit tidak menular yang sebenarnya bisa dicegah. Hanya sedikit yang disebabkan oleh penyakit menular.

Berikut merupakan beberapa daftar penyakit mematikan berdasarkan laporan WHO.

1. Penyakit jantung iskemik

Penyakit jantung iskemik menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan sekitar 9,1 juta kematian atau sekitar 13 persen dari total global. Sementara di Indonesia, Survei Kesehatan Nasional 2023 mencatat prevalensi penyakit jantung mencapai 0,85 persen.

Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah yang memasok jantung menyempit akibat penumpukan plak. Lonjakan kasus penyakit ini menunjukkan kuatnya pengaruh gaya hidup mulai dari pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok.

2. Covid-19

Penyakit kedua mematikan di dunia menurut data dari WHO adalah Covid-19. Pada tahun 2021, penyakit ini bertanggung jawab atas 8,8 juta kematian.

Selain menyebabkan kematian secara langsung, pandemi ini juga berdampak tidak langsung dengan mengganggu layanan kesehatan, sehingga penanganan penyakit lain menjadi tertunda atau tidak optimal.

3. Stroke

ilustrasi strokeIlustrasi. Stroke, salah satu penyakit paling mematikan di dunia. (iStockphoto/utah778)

Stroke berada di peringkat ketiga dengan kontribusi sekitar 10 persen dari total kematian secara global. Sementara di Indonesia, prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk.

Penyakit ini terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Stroke tidak hanya mematikan, tetapi juga menjadi penyebab utama kecacatan jangka panjang di dunia.

4. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis menempati posisi keempat sebagai penyebab kematian secara global. Sementara jumlah penderita PPOK di Indonesia mencapai prevalensi 5,6 persen.

Penyakit ini berkembang secara perlahan akibat kerusakan paru-paru, umumnya karena paparan asap rokok dan polusi udara. Di Indonesia, jumlah ini akan terus meningkat, sering dengan banyaknya jumlah perokok dan kualitas udara yang kurang baik.

5. Infeksi saluran pernapasan bawah

Infeksi saluran pernapasan tetap menjadi penyakit menular mematikan selain Covid-19, dengan sekitar 2,5 juta kematian pada tahun 2021.

Meski jumlahnya menurun dibandingkan tahun 2000, penyakit ini masih menjadi ancaman besar di beberapa negara.

Infeksi saluran pernapasan bawah adalah infeksi pada saluran pernapasan dan paru-paru yang disebabkan oleh influenza, radang paru-paru, bronkitis, hingga pneumonia.

6. Kanker paru-paru

Kanker paru menjadi salah satu penyebab kematian yang terus meningkat, dengan sekitar 1,9 juta kematian pada 2021.

Selain merokok, paparan polusi udara dan zat karsinogenik lainnya juga berperan dalam meningkatnya kasus penyakit ini secara global.

Di Indonesia sendiri, prevalensi kanker tercatat sebanyak 1,2 persen.

7. Alzheimer dan demensia

[Gambas:Video CNN]

Penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya menempati peringkat ketujuh, dengan sekitar 1,8 juta kematian.

Peningkatan kasus berkaitan erat dengan bertambahnya usia harapan hidup. WHO juga mencatat bahwa perempuan lebih rentan, dengan sekitar 68 persen kematian terjadi pada kelompok ini.

8. Diabetes

Diabetes menjadi salah satu penyakit dengan peningkatan paling signifikan, dengan kenaikan angka kematian hingga 95 persen sejak 2000. Sementara prevalensi diabetes di Indonesia pada tahun 2023 menunjukkan 1,7 persen untuk semua umur.

Penyakit ini berkaitan erat dengan pola makan tinggi gula, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung dan gagal ginjal.

9. Penyakit ginjal

Penyakit ginjal kini masuk dalam daftar 10 besar penyebab kematian global, dengan peningkatan hampir dua kali lipat dalam dua dekade terakhir. Berdasarkan data SKI 2023, prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia adalah 0,18 persen.

Kondisi ini sering kali merupakan komplikasi dari penyakit lain, seperti diabetes dan hipertensi.

10. Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) masuk ke dalam salah satu penyakit mematikan di dunia menurut WHO. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara.

Indonesia sendiri menempati peringkat kedua kasus TB di dunia. SKI 2023 mencatat, prevalensi TB di Indonesia mencapai 0,3 persen.

(nga/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |