7 Tanda Kamu Berjuang Sendiri dalam Hubungan, Waspadai Sejak Dini

4 hours ago 5

CNN Indonesia

Kamis, 25 Jun 2026 21:00 WIB

Tanda kamu berjuang sendirian dalam hubungan. Ilustrasi. Hubungan yang sehat membutuhkan usaha dua arah. (iStock/Irina Gutyryak)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam sebuah hubungan, setiap pasangan tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai bersama, mulai dari membangun komitmen yang lebih serius hingga melangkah ke jenjang pernikahan. Namun, tujuan tersebut tidak akan mudah terwujud jika hanya satu pihak yang terus berjuang sementara pihak lainnya tidak menunjukkan usaha yang sama.

Hubungan yang sehat membutuhkan kerja sama, perhatian, dan komitmen dari kedua belah pihak. Ketika semua usaha hanya datang dari satu arah, hubungan bisa terasa melelahkan dan menguras emosi. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda bahwa kamu mungkin sedang berjuang sendirian dalam hubungan.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Perhatian hanya datang dari satu pihak

Salah satu tanda paling jelas adalah ketika perhatian hanya mengalir dari satu arah. Kamu selalu menjadi orang yang lebih dulu mengirim pesan, menanyakan kabar, atau menghubungi pasangan untuk mengetahui kondisinya.

Dalam hubungan yang sehat, perhatian seharusnya diberikan secara timbal balik, meskipun melalui hal-hal sederhana. Jika hanya kamu yang terus berinisiatif, kondisi ini bisa menjadi pertanda bahwa usaha dalam hubungan tidak berjalan seimbang.

2. Terlalu bergantung pada pasangan

Mengutip Your Tango, banyak orang tidak menyadari bahwa ketergantungan yang berlebihan pada pasangan juga bisa menjadi tanda hubungan yang tidak sehat. Kondisi ini sering muncul ketika kebutuhan emosional yang seharusnya dipenuhi dalam hubungan tidak terpenuhi dengan baik.

Akibatnya, kamu terus mencari perhatian dan validasi dari pasangan karena merasa kurang mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

3. Sering merasa kesepian

Memiliki pasangan biasanya membuat seseorang memiliki teman berbagi cerita, pengalaman, dan waktu. Namun, jika kamu justru sering merasa kesepian meski sedang menjalin hubungan, ada kemungkinan hubungan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Rasa kesepian yang terus muncul dapat menjadi sinyal bahwa koneksi emosional antara kamu dan pasangan mulai berkurang atau bahkan hanya terjalin dari satu sisi.

4. Pasangan tidak memberikan kontribusi

Hubungan yang sehat membutuhkan kontribusi dari kedua belah pihak, baik dalam bentuk perhatian, waktu, tenaga, maupun komitmen.

Jika pasangan cenderung pasif dan tidak menunjukkan usaha untuk menjaga hubungan, sementara kamu terus berupaya mempertahankannya, kondisi ini patut menjadi perhatian. Terlebih jika setiap usaha yang kamu lakukan tidak mendapatkan respons yang positif.

5. Bersikap manipulatif saat melakukan kesalahan

Ketika melakukan kesalahan, pasangan yang tidak mau bertanggung jawab sering kali menunjukkan perilaku manipulatif. Mereka berusaha memutarbalikkan fakta, menyerang balik, atau mengalihkan pembicaraan agar tidak terlihat bersalah.

Perilaku seperti playing victim, berbohong, hingga memberikan silent treatment dapat menjadi bentuk manipulasi emosional yang merugikan hubungan dalam jangka panjang.

6. Tidak peduli terhadap hubungan

Tanda lainnya adalah ketika pasangan terlihat tidak lagi peduli terhadap kondisi hubungan yang sedang dijalani. Mereka tidak berusaha menyelesaikan masalah, tidak menunjukkan ketertarikan untuk memperbaiki keadaan, atau bahkan terkesan acuh terhadap masa depan hubungan.

Sikap ini bisa muncul karena berbagai alasan, salah satunya karena pasangan sudah tidak yakin atau tidak lagi memiliki komitmen yang kuat terhadap hubungan tersebut.

7. Tidak merasa dihargai

Setiap orang ingin dihargai atas usaha, perhatian, dan pencapaian yang telah dilakukan. Dalam hubungan yang sehat, pasangan biasanya memberikan apresiasi, dukungan, atau setidaknya pengakuan atas hal-hal yang telah diperjuangkan.

Sebaliknya, jika kamu sering merasa diabaikan dan tidak pernah mendapatkan penghargaan atas usaha yang dilakukan, bisa jadi hubungan tersebut hanya berjalan dari satu pihak.

Hubungan yang sehat bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang kesediaan untuk berjuang bersama. Jika kamu menemukan satu atau bahkan beberapa tanda di atas, cobalah melakukan evaluasi dan berdiskusi secara terbuka dengan pasangan.

Komunikasi yang jujur dapat membantu menemukan solusi terbaik, apakah hubungan masih layak dipertahankan atau justru perlu diakhiri demi kebaikan bersama.

(ahd/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |