Jakarta, CNN Indonesia --
Uni Eropa bakal segera menerapkan aturan baru yang mewajibkan produsen elektronik, termasuk smartphone, untuk menyematkan baterai yang bisa dilepas pasang di perangkatnya mulai tahun 2027. Apa dampaknya?
Langkah ini menyusul regulasi yang ditetapkan pada 2023 lalu, sebagai bagian dari kebijakan 'Right to Repair' untuk mengatasi masalah degradasi baterai sekaligus mengurangi limbah elektronik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, regulasi ini juga bertujuan meningkatkan kemudahan perbaikan perangkat seluler sebagai bagian dari upaya ramah konsumen.
Baterai lepas pasang sebetulnya sempat menjadi bagian dari teknologi HP beberapa dekade lalu. Namun semenjak teknologi smartphone, khususnya kemunculan iPhone dari Apple, kini produsen lain membuat baterai menjadi 'tertanam' di perangkat seperti HP dan tablet.
Melansir Tech Radar pada Kamis (23/4), meskipun aturan ini hanya berlaku di wilayah Uni Eropa, mekanisme produksi massal global diprediksi akan membuat perangkat di pasar negara lain turut terdampak oleh perubahan desain ini.
Bukan sekadar buka casing
Aturan ini tidak secara otomatis membuat ponsel akan kembali ke desain lawas dengan casing yang bisa dibuka langsung oleh konsumen. Regulasi ini secara spesifik merujuk pada baterai yang dapat diganti oleh konsumen tanpa memerlukan alat khusus, kecuali jika alat tersebut sudah disertakan secara gratis dalam kemasan produk.
Ini artinya produsen kemungkinan tetap akan menggunakan sekrup atau pengait tertentu, tapi mereka wajib menyediakan alat pembongkar kecil dalam paket pembelian agar baterai tetap bisa dilepas secara mandiri oleh konsumen.
Tak hanya menyasar ponsel dan tablet, kacamata pintar juga masuk dalam daftar perangkat yang terdampak. Bahkan, konsol terbaru seperti Nintendo Switch 2 dikabarkan tengah dikembangkan dengan mempertimbangkan kemudahan penggantian baterai ini.
Celah untuk Apple
Melansir berbagai laporan, terdapat pengecualian dalam aturan baru ini. Perangkat yang baterainya mampu mempertahankan kapasitas 80 persen setelah menempuh 1.000 siklus pengisian daya bisa tidak memenuhi ketentuan tersebut.
Apple, raksasa teknologi asal Cupertino, tampaknya menjadi salah satu produsen yang masuk pengecualian itu. Pasalnya, merujuk dokumen dukungan resmi perusahaan, jajaran iPhone 15 yang diluncurkan sejak 2023 sudah memenuhi standar ketahanan baterai tersebut.
Calon CEO Apple, John Ternus, sebelumnya pernah menyatakan bahwa ia mendukung hak untuk memperbaiki secara umum.
Namun menurutnya, daya tahan produk secara keseluruhan merupakan prioritas yang lebih besar dibandingkan sekadar kemudahan perbaikan secara terpisah.
Sambutan positif konsumen
Aturan terbaru Uni Eropa ini mendapat sambutan positif dari sejumlah konsumen.
Sejumlah pengguna forum Reddit misalnya, menilai aturan ini merupakan langkah yang sangat ramah konsumen, mengingat baterai biasanya menjadi komponen pertama yang mengalami penurunan fungsi atau kerusakan pada sebuah ponsel.
Undang-undang yang telah dirancang selama beberapa tahun ini dijadwalkan berlaku efektif pada Februari 2027. Artinya, perangkat seperti Samsung Galaxy S27 bisa menjadi salah satu yang pertama harus mematuhi aturan tersebut di pasar Eropa.
(dmi/dmi)
Add
as a preferred source on Google


















































