Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan akan mengumumkan penunjukan putrinya, Kim Ju Ae, sebagai penerus sah dirinya pada kongres partai bulan ini.
Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan melaporkan Kim Ju Ae kemungkinan besar akan dikukuhkan sebagai penerus Kim Jong Un seiring dengan penilaian intelijen terkini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena Kim Ju Ae telah menunjukkan kehadirannya di berbagai acara, termasuk saat peringatan hari jadi Tentara Rakyat Korea dan kunjungannya ke Istana Matahari Kumsusan, serta telah terdeteksi tanda-tanda bahwa ia menyuarakan pendapatnya mengenai kebijakan negara tertentu, NIS percaya ia sekarang sudah memasuki tahap penunjukan sebagai penerus," kata anggota parlemen Korsel Lee Seong Kweun kepada wartawan, Kamis (12/2), seperti dikutip The Korea Times.
Para ahli dan pengamat sejak beberapa tahun terakhir menilai Kim Ju Ae sedang dipersiapkan menjadi suksesor ayahnya karena ia sering diajak kunjungan ke berbagai acara bahkan situs militer.
Remaja yang diyakini berusia sekitar 12 hingga 14 tahun tersebut pertama kali muncul ke publik pada November 2022 saat ikut ayahnya mengunjungi lokasi peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17.
Dugaan bahwa Kim Ju Ae akan menjadi pewaris ini mulai menguat setelah media Korea Utara memanggilnya 'tokoh pembimbing hebat'. Semula, ia disebut 'anak kesayangan'.
Istilah yang dalam bahasa Korea disebut 'Hyangdo' itu biasanya diperuntukkan bagi pemimpin tertinggi dan penerusnya.
Spekulasi juga kian kencang setelah Kim Ju Ae hadir di parade militer Hari Kemenangan China pada September 2025. Para pengamat memandang kemunculan Kim Ju Ae di acara tersebut merupakan sinyal jelas bahwa ia akan menggantikan ayahnya sebagai pemimpin negara terisolasi.
Kim Jong Un dahulu juga dibawa menemani ayahnya saat perjalanan ke luar negeri. Kim Jong Un diyakini ditunjuk sebagai penerus Kim Jong Il sejak berusia 8 tahun.
"Tindakan membawa putrinya ke hadapan publik menunjukkan bahwa Kim Jong Un bermaksud untuk memperkenalkan Kim Ju Ae ke panggung internasional guna mengembangkan kemampuan diplomatiknya," kata Lim Eul Chul, profesor studi Korea Utara di Universitas Kyungnam, Korea Selatan, seperti dikutip NBC News.
Meski banyak yang meyakininya bakal menjadi penerus, beberapa pengamat juga ada yang sangsi bahwa Kim Ju Ae akan memimpin Korea Utara. Bukan tanpa sebab, di Korea Utara, belum pernah ada sejarah pemimpin perempuan.
Muncul juga pertanyaan seputar keberadaan anak-anak Kim Jong Un yang lain alias saudara-saudara Kim Ju Ae. Kim Jong Un diyakini punya tiga anak, di mana Ju Ae merupakan anak kedua.
Pada 2017, NIS memberi tahu anggota parlemen Korsel bahwa Kim Jong Un punya seorang putra yang lahir sekitar tahun 2010, seorang putri yang lahir sekitar tahun 2013 (kemungkinan merujuk pada Kim Ju Ae), dan seorang bungsu yang lahir pada 2017.
Sampai hari ini, tidak pernah ada konfirmasi apa pun dari Korea Utara mengenai identitas mereka.
Satu-satunya konfirmasi mengenai keberadaan anak Kim Jong Un yaitu kesaksian mantan pebasket Dennis Rodman, yang mengunjungi Korea Utara pada 2013.
"Saya menggendong bayi mereka, Ju Ae, dan juga bicara dengan (istri Kim)," kata mantan bintang NBA tersebut kepada The Guardian.
Menurut sejumlah ahli yang bicara kepada CNN, wara-wiri Kim Ju Ae selama ini hanyalah aksi publisitas untuk menarik perhatian global.
Bisa saja, Kim Jong Un mempersiapkan anaknya yang lain namun sengaja menyembunyikannya untuk sementara waktu. Anak tersebut bisa jadi sedang diberi pendidikan atau pelatihan untuk menghadapi dunia.
Kim Jong Un sendiri pernah belajar di Swiss pada 1990-an.
Banyak hal yang bisa terjadi saat ini di Korea Utara seiring dengan tertutupnya negara tersebut. Kim Jong Un juga bisa saja baru akan menyerahkan tongkat estafetnya beberapa tahun lagi.
(blq/rds)
















































