Banjir Probolinggo: Lima Kecamatan Terdampak, Tinggi Capai 1,5 Meter

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengevakuasi warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (22/2) dini hari.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terdapat lima wilayah kecamatan terdampak banjir yakni Kecamatan Krejengan, Kraksaan, Besuk, Gading serta Kecamatan Kotaanyar tepatnya di Desa Tambak Ukir.

"Kami menerima laporan jebolnya tanggul di pinggiran sungai yang menyebabkan permukiman warga terendam pada Minggu dini hari," kata Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarief di kabupaten setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan banjir di wilayah Kecamatan Kraksaan menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 1,5 meter.

"BPBD bersama TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan evakuasi. Warga yang sakit dirujuk ke rumah sakit, sementara lansia dievakuasi ke Kantor Kecamatan Kraksaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," tuturnya.

Atas arahan Bupati Probolinggo Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.

"Saya mewakili bupati dan wabup untuk langsung terjun meninjau kondisi masyarakat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama, khususnya yang sedang sakit, anak-anak, ibu hamil dan lansia," katanya.

Sekda Ugas bersama jajaran juga meninjau wilayah Patemon di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai sehingga memperparah luapan air.

Dalam kesempatan itu, Sekda Ugas menegaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul dan normalisasi aliran sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.

"Selain penanganan darurat, kami akan melakukan langkah-langkah pencegahan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai menjadi bagian penting dari solusi bersama," ujarnya.

Pemkab Probolinggo mendistribusikan bantuan sementara berupa nasi bungkus untuk kebutuhan sahur warga terdampak banjir di lima kecamatan tersebut.

"Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan hanya untuk melihat kondisi, tetapi memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan penanganan berjalan cepat serta terkoordinasi," katanya.

Pemkab Probolinggo memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor hingga kondisi kembali normal serta mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan aliran sungai guna meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.

(antara)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |