Bank Jatim akan Luncurkan JConnect Versi 3

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bakal meluncurkan JConnect Versi 3. Upaya tersebut menjadi salah satu strategi utama perusahaan dalam mendorong transformasi digital di tahun ini.

JConnect Versi 3 merupakan aplikasi yang dirilis Bank Jatim dan sudah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aplikasi versi baru tersebut akan segera diimplementasikan dengan platform dan fitur yang lebih lengkap untuk meningkatkan loyalitas nasabah.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menargetkan pertumbuhan pengguna digital tumbuh masif sebanyak 2 juta pengguna sepanjang 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang sudah 1 juta (pengguna), targetnya naik minimal 2 juta pengguna," jelas Winardi di sela Rapat Kerja Tahunan (Rastra) 2026 di Malang, Sabtu (7/2).

Di samping itu, Bank Jatim berkomitmen untuk mendorong inklusi keuangan, khususnya dana murah (CASA) melalui penggunaan aplikasi digital. Winardi juga mengklaim Bank Jatim telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah sebagai Agent of Development.

Selain itu, Bank Jatim juga terus memperkuat perannya dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Khususnya pada sektor pemberdayaan UMKM dan hilirisasi, pengelolaan transfer keuangan daerah alias TKD, serta mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

"Visi kami jelas, menjadi yang terbaik di kelas BPD. Melalui kekompakkan dan strategi yang tepat, kami yakin 2026 akan menjadi tahun keemasan bagi Bank Jatim," ujarnya.

Winardi menekankan rencana kerja 2026 akan fokus pada transformasi digital, penguatan modal, hingga sinergi ekosistem daerah. Manajemen juga optimistis kinerja Bank Jatim 2026 mampu menembus capaian tahun sebelumnya, didukung fundamental perusahaan yang semakin kuat.

"Fokus kami bukan hanya bottom line atau laba, tetapi juga perbaikan kualitas aset melalui penekanan angka non performing loan (NPL/kredit macet)," ujarnya.

Bank Jatim juga berkomitmen untuk menjaga rasio efisiensi dengan target BOPO di bawah 80 persen. Dengan begitu, perusahaan dapat menawarkan bunga kredit yang lebih kompetitif.

[Gambas:Video CNN]

(ins)

Read Entire Article
| | | |