BMKG Ungkap Peluang Bibit 90S Berubah Jadi Siklon, Apa Dampaknya?

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Bibit Siklon Tropis 90S terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Banten, dan memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di sejumlah daerah. Apakah bibit siklon ini berpotensi berkembang jadi siklon?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, hasil analisis per Senin (2/3) pada pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi bibit siklon ini berada di sekitar 10.7°LS 104.2°BT, di Samudra Hindia barat daya Banten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut BMKG kecepatan angin maksimum yang terpantau mencapai 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1005 hPa. Analisis satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif yang masih fluktuatif di sekitar pusat sistem, dan belum terpantau kembali pembentukan deep convective.

Aktivitas konvektif terutama terpantau di barat daya sistem. Analisis angin per lapis menunjukkan sirkulasi yang masih lemah dan sudah terpantau pada lapisan permukaan hingga lapisan 700 hPa.

Pusat sirkulasi pada lapisan 700 terpantau berada sedikit lebih ke selatan jika dibandingkan dengan lapisan di bawahnya. Sedangkan pada lapisan 500 hPa, sirkulasi lemah terpantau bergeser ke arah barat dari lapisan di bawahnya dan melebar ke tenggara sistem.

"Angin maksimum pada lapisan permukaan terpantau berada di sebelah utara sistem dengan kecepatan berkisar antara 15 - 20 knot," kata BMKG dalam keterangannya, Senin (2/3).

Menurut BMKG Bibit Siklon Tropis 90S didukung oleh kondisi lingkungan, seperti aktifnya gelombang atmosfer (Kelvin, Low Frequency, dan MJO), suhu muka laut yang hangat di kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius, kelembapan udara yang basah pada lapisan permukaan hingga 850 hPa, serta vortisitas yang mendukung namun masih belum menunjukkan penguatan dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu juga terpantau kondisi lingkungan yang kurang mendukung, di antaranya: divergensi lapisan atas dan konvergensi lapisan bawah yang masih rendah (10 knot), vertical wind shear dalam kategori sedang-kuat (20-30 knot), adanya peluang intrusi udara kering pada lapisan menengah dari arah barat, dan belum adanya suplai angin yang signifikan ke dalam sistem.

Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 hingga 48 jam ke depan intensitas bibit 90S diprakirakan persisten dengan kecepatan angin di sekitar sistem masih 15-20 knot, dengan pergerakan perlahan ke arah timur.

Sementara dalam 48-72 jam ke depan, bibit 90S diprakirakan akan berinteraksi dengan sistem lain yang berpotensi tumbuh di dekat perairan Australia bagian utara atau selatan Nusa Tenggara yang dapat menyebabkan penguatan sistem (kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot) dengan pergerakan yang masih cenderung ke arah timur.

"Secara umum, potensi bibit 90S menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori peluang rendah, sementara dalam 48 - 72 jam dalam kategori peluang sedang," jelas BMKG.

Menurut BMKG Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 3 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Dampak tersebut di antaranya hujan sedang hingga lebat di wilayah Lampung, Banten, dan Jawa Barat.

Kemudian, gelombang laut kategori sedang (1.25-2.5 m) di Samudra Hindia Barat Bengkulu, serta gelombang kategori tinggi (2.5-4.0 m) di Samudra Hindia Barat Lampung, dan Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT.

(dmi/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |