Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 2.340 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah mengantongi sertifikat halal.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan capaian ini menjadi bagian dari akselerasi sertifikasi halal yang terus diperkuat.
Menurutnya percepatan sertifikasi halal dapur SPPG merupakan langkah strategis untuk memastikan program MBG tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga terjamin kehalalannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah ini tentu saja terus bertambah seiring percepatan, karena yang lainnya juga sedang berproses mengurus sertifikasi halal," kata Haikal Hasan dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2).
Haikal mengatakan BPJPH memang sedang mengakselerasi sertifikasi dapur SPPG.
"Jadi di setiap SPPG ada Penyelia Halal yang bertanggung jawab atas proses produk halal, yang harus memenuhi standar jaminan produk halal sesuai ketentuan," ujarnya.
Strategi percepatan tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam Rapat Kerja BPJPH bersama Komisi VIII DPR RI.
Skema yang dijalankan adalah menempatkan Penyelia Halal di setiap dapur SPPG. Penyelia halal ini merupakan para kepala dapur SPPG yang mendapat pelatihan dari BPJPH.
Haikal mengatakan saat ini pelatihan sudah menghasilkan 3.198 penyelia halal.
Keberadaan Penyelia Halal menjadi kunci penguatan sistem jaminan produk halal di dapur MBG.
"Mereka adalah kepanjangan tangan kita. Jika ada hal yang tidak memenuhi standar di lapangan terkait bahan dan proses produksi, maka mereka bisa segera ambil tindakan. Dan kami akan melihat ini (melakukan pengawasan) secara berkelanjutan," katanya.
Sejalan dengan itu, BPJPH terus memperkuat pembinaan pelaku usaha dan pengawasan jaminan produk halal secara berkelanjutan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan koordinasi teknis dalam program sertifikasi halal termasuk fasilitasi dan pendampingan. Tujuannya, supaya sertifikasi halal tidak hanya dipenuhi secara administratif, tetapi diimplementasikan secara konsisten dalam praktik operasional sehari-hari.
"MBG melibatkan rantai pasok panjang, dari hulu hingga penyajian. Sertifikasi halal memastikan mutu, gizi, dan kehalalan pangan tetap terjaga," kata Haikal.
"Sejak awal kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan BGN untuk memastikan setiap dapur MBG memenuhi ketentuan jaminan produk halal. Selain melaksanakan amanat Undang-Undang, upaya ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menempatkan aspek halal sebagai prioritas," katanya.
(sur/tim/sur)

















































