Jakarta, CNN Indonesia --
Warga terdampak bencana di Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang kini mulai menempati hunian sementara (huntara). Pembangunan infrastruktur dasar ini merupakan hasil kolaborasi antara Danantara Indonesia dengan dukungan penuh dari BRI.
Sebanyak 600 unit hunian telah diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu pemulihan sosial masyarakat. Fokus utama dari penyediaan fasilitas ini adalah memberikan tempat tinggal yang layak dan aman pascabencana.
"Masyarakat sudah mulai menempati Huntara. Seluruh unit dibangun sesuai standar kelayakan dengan struktur aman, akses air bersih, sanitasi, dan listrik," ujar Managing Director Danantara, Rohan Hafas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unit hunian tersebut didesain untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga dengan sistem keamanan yang telah terverifikasi. Selain bangunan fisik, kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang untuk aktivitas sehari-hari warga.
Di lokasi tersebut, tersedia klinik kesehatan untuk layanan medis dasar serta taman bermain yang diperuntukkan bagi anak-anak. Akses internet dan pasokan listrik diberikan tanpa biaya untuk meringankan beban ekonomi para pengungsi.
Keterlibatan BRI dalam proyek ini mencakup aspek pembiayaan serta penyediaan kebutuhan logistik di lapangan. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai target waktu yang ditetapkan.
"Semoga masyarakat dapat menempati Huntara dengan nyaman dan aman. Harapannya, ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat," kata perwakilan BRI, Dhanny.
Pihak perbankan juga telah mendistribusikan ribuan paket obat-obatan dan perlengkapan kebersihan bagi warga yang berada di lokasi. Penyaluran bantuan ini bertujuan menjaga stabilitas kesehatan masyarakat selama masa transisi sebelum memiliki rumah permanen.
Pembangunan tahap pertama ini menjadi bagian dari program strategis BUMN Peduli yang mengedepankan kecepatan respons darurat. Sinergi antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan warga di wilayah terdampak.
Kehadiran posko terpadu di lingkungan huntara juga dipersiapkan untuk menjadi pusat pemulihan psikososial. Melalui fasilitas yang memadai, diharapkan warga dapat segera kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara mandiri.
(rir)

















































