Bukan Cuma IQ, Working Memory juga Penting untuk Kecerdasan Anak

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Senin, 20 Apr 2026 07:00 WIB

Banyak orang tua lebih fokus pada skor IQ untuk mengukur kecerdasan si keci. Padahal, aspek working memory juga tak kalah penting. Ilustrasi. Mengukur kecerdasan tak bisa cuma dilihat dari IQ, tapi juga dari working memory. (iStockphoto/JNemchinova)

Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang tua lebih fokus pada skor intelligence quotient (IQ) untuk mengukur kecerdasan si kecil. Padahal selain itu, aspek working memory juga penting untuk di kecil.

Dokter sekaligus peneliti dari Indonesia Health Development Center (IHDC), Ray Wagiu Basrowi menjelaskan bahwa working memory merupakan parameter penting dalam menentukan prestasi akademik anak. Menurutnya, kemampuan ini menjadi salah satu modal utama agar anak bisa memiliki IQ, kognitif, dan prestasi belajar yang baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, beberapa hal dapat mengganggu kemampuan working memory si kecil. Salah satu yang paling utama adalah kondisi anemia pada anak.

"Anak dengan anemia defisiensi zat besi punya risiko dua kali lebih besar mengalami gangguan working memory," ujar Ray dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4).

Kondisi tersebut berdampak berantai. Ia menyebutkan, ketika skor working memory rendah, maka IQ anak juga berpotensi ikut menurun, sehingga kompetensi dan prestasi akademiknya tidak optimal.

Cegah dengan memastikan nutrisi seimbang

Ray menekankan bahwa pencegahan bisa dimulai dari hal paling mendasar, yaitu asupan gizi yang cukup dan seimbang.Ray menyebut, akar dari masalah ini ada pada kualitas asupan harian anak.

"Balik lagi ke akar masalahnya. Intake protein, fortifikasi dengan zat besi dan vitamin C," kata Ray.

Selain itu, dokter spesialis gizi klinis Luciana Sutanto menambahkan, variasi makanan juga penting untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi.

"Makannya berganti-ganti sesuai dengan anjuran gizi seimbang, bahwa mengonsumsi makanan itu bervariasi," ujarnya.

Secara praktis, orang tua bisa mulai dari:
- memastikan anak mendapat cukup protein (telur, ikan, ayam, tahu, tempe);
- memperhatikan asupan zat besi;
- mendukungnya dengan vitamin C agar penyerapan optimal.

Fondasi utamanya tetap pada gizi dan kesehatan sejak dini. Tanpa itu, anak bisa saja mengikuti berbagai tes, tetapi tetap kesulitan memahami pelajaran di sekolah.

Perhatian pada asupan nutrisi menjadi langkah awal yang paling realistis untuk mencegah penurunan kemampuan belajar anak di masa depan.

(anm/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |