Bulog Bakal Guyur Pasar dengan 100 Ribu Ton Minyakita Jelang Lebaran

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog menargetkan penyaluran minyak goreng Minyakita hingga 100 ribu ton per bulan untuk menjaga pasokan minyak goreng tetap aman pada Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama periode hari besar keagamaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah meminta produsen meningkatkan pasokan minyak goreng melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) agar stok di pasar tetap terjaga.

"Nanti kita maksimalkan kalau bisa 90 ribu ton lah atau 100 ribu ton lah untuk persiapan Ramadan dan Idulfitri sehingga daerah-daerah itu tidak kekurangan lagi stok Minyakita termasuk juga beras dan lain sebagainya," ujar Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2).

Ia menjelaskan kebutuhan minyak goreng biasanya meningkat signifikan pada Ramadan dan Lebaran, bahkan bisa dua hingga tiga kali lipat dari kondisi normal. Selama ini, pasokan Minyakita yang diterima Bulog sekitar 60 ribu ton per bulan, namun realisasi Februari baru mencapai 45 ribu ton.

Rizal mengatakan Bulog juga memastikan ketersediaan tiga komoditas utama yang menjadi tugas distribusi lembaga tersebut, yakni beras, Minyakita, dan gula.

"Komoditas yang kami suplai sesuai dengan tugasnya Bulog yang pertama ada beras, yang kedua adalah Minyakita, yang ketiga adalah gula. Dan beras itu pun ada dua ada beras premium dan beras medium," katanya.

Menurut dia, stok ketiga komoditas tersebut dalam kondisi aman. Bulog juga menyiapkan beras premium sesuai kemampuan produksi untuk memenuhi kebutuhan di berbagai daerah.

"Untuk stok aman sekali kalau stok yang tiga ini aman sekali ya aman betul dan kami sudah perintahkan untuk mendorong DMO lebih banyak lagi di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran ini," ujarnya.

Selain menambah pasokan, Bulog juga menyiapkan langkah distribusi langsung ke pasar melalui pembangunan kios khusus di sejumlah pasar sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog. Skema ini ditujukan agar pengecer lebih mudah memperoleh pasokan beras, Minyakita, dan gula tanpa harus mengambil langsung dari gudang distribusi.

Program tersebut rencananya dimulai sebagai proyek percontohan di 146 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya di Jakarta. Kios Bulog akan melayani pengecer yang telah direkomendasikan pengelola pasar dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai aturan distribusi pangan.

Bulog bersama pengelola pasar juga akan memasang papan informasi harga komoditas di pasar untuk menampilkan harga acuan beras, minyak goreng, gula, dan bahan pokok lain. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penjualan di atas harga eceran tertinggi serta memudahkan pengawasan harga di lapangan.

(del/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |