Makassar, CNN Indonesia --
Bupati Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) Husniah Talenrang menyebut aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya merasa tak nyaman terkait gaduh hak angket DPRD Gowa soal isu dugaan penyalahgunaan kewenangan pencabutan beasiswa doktoral, dugaan penyimpangan pengadaan seragam sekolah gratis, serta dugaan perbuatan tercela.
Husniah mengungkapkan kondisi para aparatur sipil negara (ASN) yang tidak nyaman dalam bekerja usai Kepala Dinas Perhubungan, Agussalim Harahap hadir sebagai saksi pada sidang hak angket DPRD Gowa.
"Masih tetap berjalan seperti biasa, meskipun memang para ASN merasa bahwa tidak nyaman dengan isu-isu kegaduhan yang dibuat oleh pihak pihak tertentu," kata Husniah kepada wartawan, Senin (6/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Husniah mengaku selalu menekankan kepada seluruh ASN untuk menjalankan tugasnya masing-masing.
Sehingga, menurutnya, di tengah isu yang beredar saat ini tidak menjadi kendala pemerintah tidak melayani kebutuhan masyarakat Gowa.
"Saya selaku kepala daerah selalu menekankan berkoordinasi kepada ASN untuk jalankan tugasnya masing masing, Jangan ada yang tertinggal, apalagi tidak mencapai realisasi target di 3 bulan ke triwulan 2. Doakan saja semuanya berjalan lancar," ungkapnya.
Terkait adanya isu rumah jabatan Bupati Gowa akan disegel, Husniah merespons ada aturan yang harus diikuti dan tidak mudah untuk menyegel sesuatu yang merupakan milik negara.
"Tentu penyegelan ini sampai sekarang alhamdulillah kita bisa antisipasi, tidak terjadi seperti apa yang ada dirumorkan di luar sana," katanya.
Husniah mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencoba membuat gaduh Kabupaten Gowa.
"Silakan ditunggu hasil dari pansus ini. Tentu sebagai kepala daerah kami siap terbuka kepada masyarakat. Buktinya sekarang saya menanggapi semuanya dan menerima semuanya, menghargai kerja kerja teman di DPR," kata dia.
"Tentu dengan kepala yang lebih bijak dan lebih mementingkan kepentingan masyarakat," sambung Husniah.
(mir/kid)
Add
as a preferred source on Google


















































