Daftar Negara di Asia Terpapar Hantavirus

3 hours ago 9
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Hantavirus menjadi sorotan usai muncul di kapal pesiar mewah MV Hondius pekan lalu.

Kapal pesiar itu mengangkut ratusan penumpang termasuk kru dari berbagai nergara ketika melakukan perjalanan dari Ushuaia, Argentina pada 1 April. Tiga penumpang meninggal karena terpapar hantavirus.

Setelah kasus itu, penumpang dari 12 negara turun di St.Helena, Atlantik Selatan di antara benua Afrika dan Amerika Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah negara melaporkan telah mendeteksi kasus Hantavirus. Namun, Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tderos Adhanom Ghebreyesus menegaskan penyakit ini beda dengan Covid-19.

"ini bukan COVID yang lain. Risiko kesehatan masyarakat saat ini dari hantavirus tetap rendah," kata Gebreyesus dalam surat terbuka yang dirilis di situs resmi WHO.

Hantavirus merupakan penyakit pernapasan langka yang biasanya menyebar dari hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi. Virus ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan, jantung, hingga demam berdarah.

Terlepas dari itu, berikut daftar negara yang sudah mendeteksi dan menduga kasus hantavirus.

Singapura

Singapura sempat mengisolasi dan memantau dua warga negara berusia 67 dan 65 yang sempat naik MV Hondius.

Keduanya turun lebih awal dan berada di penerbangan yang sama menuju Johannesburg dengan salah satu kasus hantavirus yang dikonfirmasi pada 25 April.

Badan Penyakit Menular Singapura (CDA) diberitahu pada 4 dan 5 Mei bahwa kedua orang itu berada di kapal ketika berangkat dari Ushuaia di Argentina pada tanggal 1 April.

Mereka kemudian menjalani karantina dan tes. Hasil pemeriksaan tersebut menyatakan kedua warga Singapura ini negatif Hantavirus.

Namun, CDA mengatakan mereka akan berada di bawah pengawasan selama 45 hari, sesuai periode inkubasi maksimum untuk paparan virus ini.

"Risiko bagi masyarakat umum di Singapura tetap rendah," demikian pernyataan CDA, dikutip Anadolu Agency.

Jepang

Salah satu warga Jepang juga menjadi penumpang dalam kapal pesiar Hondius.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan warga negara itu sudah meninggalkan kapal pesiar dan tiba di Inggris pada Minggu (10/5). Ia terbang menggunakan pesawat sewaan yang sudah diatur pemerintah Inggris.

Kemlu Jepang menyebut dia "dalam kondisi sehat" dan akan menjalani pemantauan kesehatan otoritas setempat hingga 45 hari di Inggris, demikian dikutip NHK.

Korsel

Tidak ada penumpang di kapal pesiar yang merupakan warga negara Korea Selatan. Negara ini juga tak mencatat kasus hantavirus serupa seperti di Hondius MV.

Namun, Korsel mencatat jenis hantavirus lain tiap tahun yang disebut Hantaan virus. Pada 2024, tercatat 373 kasus di seluruh negeri yang sebagian besar berada di daerah pertanian.

Banner Microsite Haji 2026

Hantaan virus tergolong dalam famili hantavirus. Hantaan virus di Korsel menyerang ginjal yang disebut Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome/HFRS).

Strain virus yang ada di Korsel memiliki tingkat kematian di bawah 5 persen dengan jumlah kematian yang juga rendah, demikian dikutip Korea Herald.

Sementara itu, jenis virus yang terkait di kapal pesiar diyakini memiliki tingkat kematian 40 persen.

Di luar catatan tersebut, Korsel punya sejarah sendiri soal Hantavirus.

Mendiang ahli virulogi Korea, Lee Ho Wang, mengindentifikasi hantavirus dan berhasil mengembangkan vaksin pertama di dunia hantavax untuk melawan penyakit hantaan virus.

Menurut Arsip Nasional Korea, penelitan Lee sebagai upaya mengungkap penyebab penyakit yang saat itu dikenal demam berdarah Korea. Kala itu, penyakit ini menginfeksi lebih dari 3.000 tentara PBB selama Perang Korea 1950-1953 di dekat perbatasan Korsel-Korut,

Lee sudah menduga hewan pengerat sebagai penyebab virus itu. Dia lalu menangkap lebih dari 3.000 tikus dan mencit di daerah perbatasan mulai akhir 1960-an. Akhirnya, dari seekor hewan pengerat yang ditangkap di dekat Sungai Hantan, ia mengidentifikasi virus penyebabnya.

Sungai Hantan mengalir melalui bagian utara provinsi Gangwon dan Gyeonggi. Lee lalu menyebutnya virus Hantan, yang kemudian dikenal lebih luas sebagai hantavirus.

China

China juga mencatat kasus hantavirus, tetapi berbeda dengan strain Andes yang menyebar di kapal pesiar.

Pusat Pengendalian dan Penyakit China (CDC) menyatakan belum ada kasus infeksi alami di negara tersebut terkait kasus yang menyebar di kapal pesiar.

Negara itu melaporkan ribuan kasus hantavirus pertahun dengan jenis Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS).

CDC juga menjelaskan kasus HFRS menurun tiap tahun. Mereka lalu mengimbau warga China mengurangi kontak dengan hewan pengerat, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan kerja, menyimpan makanan dan air dengan benar, serta menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat, kotoran, dan bangkainya.

Indonesia

Di Indonesia, Hantavirus bukanlah pendatang baru dalam peta penyakit menular. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 23 kasus konfirmasi penyakit virus Hanta telah ditemukan di tanah air sepanjang periode 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026.

Kasus positif tersebut tersebar di sembilan provinsi. DKI Jakarta dan DI Yogyakarta menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, yakni masing-masing enam kasus. Diikuti oleh Jawa Barat dengan lima kasus, sementara Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, NTT, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Banten masing-masing melaporkan satu kasus.

Total terdapat 251 kasus suspek yang dipantau. Dari jumlah tersebut, 23 dinyatakan positif, 221 negatif, empat masih dalam tahap pemeriksaan, dan tiga lainnya tidak dapat diambil spesimennya.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |