Didemo 18 Bulan, Presiden Serbia Putuskan Mundur Beberapa Minggu Lagi

1 hour ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, mengatakan akan mengundurkan diri dalam beberapa pekan mendatang setelah 18 bulan diguncang demo anti-pemerintah oleh mahasiswa.

Presiden Vucic yang berkuasa 12 tahun sebagai presiden atau perdana menteri itu juga menyebut Serbia akan mengadakan pemilihan presiden dan parlemen lebih awal sebagai imbas dari pengunduran dirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan menjadi presiden hanya beberapa minggu lagi, dan kemudian saya akan mengundurkan diri," kata Vucic kepada kerumunan pendukungnya di sebuah rapat umum pro-pemerintah di ibu kota Belgrade.

Reuters menyebut, mandat kedua dan terakhir Vucic akan berakhir pada pertengahan 2027. Ia tidak menyebutkan kapan akan mengundurkan diri atau kapan akan membubarkan parlemen sebagai prasyarat pemilihan parlemen dini.

Meski mundur, Vucic mengatakan ia akan membantu Partai Progresif Serbia (SNS) memenangkan pemilihan presiden dan pemilihan parlemen dini, yang awalnya dijadwalkan pada tahun 2027.

"Usulan saya adalah agar daftar kami, daftar pemenang dalam pemilihan mendatang, diberi nama 'Serbia Bersatu'."

Pengumuman tersebut muncul di tengah demonstrasi anti-korupsi dipimpin oleh mahasiswa yang berlangsung terus-menerus. Demo itu dipicu oleh runtuhnya tenda di stasiun kereta api di kota Novi Sad di utara pada November 2024, di mana 16 orang tewas.

Para pengunjuk rasa, oposisi, dan kelompok hak asasi manusia menuduh bencana stasiun kereta api itu sebagai tanda salah urus proyek konstruksi dan korupsi pemerintah yang lebih luas.

Reuters mengatakan Vucic kemungkinan besar tidak akan meninggalkan panggung politik karena pengunduran diri itu dapat membuka jalan baginya untuk menjadi perdana menteri, jika partainya menang dalam pemilihan parlemen.

Bila itu terjadi, kemenangan tersebut akan melanjutkan tren panjang di mana kekuasaan di Serbia mengikuti Vucic, terlepas dari jabatannya.

Para analis mengatakan Vucic akan mencoba menempatkan sekutunya sebagai pengganti di kursi kepresidenan sehingga ia dapat terus memegang kendali kekuasaan.

"Ini sama sekali bukan akhir dari Vucic," kata Radivoje Grujic, seorang analis yang berbasis di Warsawa. "Dia sudah punya rencana, rencana yang jelas bukan berarti dia akan pensiun dari politik - justru sebaliknya."

Meski begitu, rangkaian protes terbesar sejak penggulingan Slobodan Milosevic pada 2000 tersebut juga dinilai memainkan peran dalam keputusan Vucic ini.

Aktivis dari gerakan mahasiswa dan oposisi sama-sama mengatakan mereka ingin menantang Vucic dan SNS dalam pemilihan mendatang.

"Dengan mengundurkan diri dan dengan pemilihan presiden dan parlemen dini, Vucic mencoba untuk mencegah kejatuhannya yang tak terhindarkan, karena protes dan karena gerakan mahasiswa, yang memiliki lebih banyak dukungan daripada dirinya," kata Savo Manojlovic, kepala gerakan oposisi mahasiswa Move-Change.

(reuters/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |