Dokter Urologi Mayapada Jaksel Semakin Teruji di Era Bedah Robotik

2 hours ago 6

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Senin, 31 Agu 2026 10:55 WIB

Mayapada Hospital Foto: Arsip Mayapada Hospital

Jakarta, CNN Indonesia --

Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.) (IDX: SRAJ) secara berkelanjutan menyelenggarakan program alih pengetahuan dan sinergi keahlian (proctorship) bersama mitra strategis internasional, salah satunya Apollo Hospitals India.

Langkah ini dilakukan untuk terus menghadirkan layanan klinis berstandar internasional di seluruh jaringan Mayapada Hospital.

Memasuki penyelenggaraan proctorship yang keempat, kali ini program difokuskan pada pelaksanaan prosedur bedah robotik urologi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) pada 26-27 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rangkaian ini, dr. Syamsu Hudaya, Sp.U, Subsp.Onk(K), FICRS dan dr. Stevano Lucianto Hotasi Sipahutar, Sp.U, FICRS, bersama tim multidisiplin MHJS dan Prof. (Dr.) Sanjai Kumar Addla, MRCS, MD, FRCS (Urol), Pakar Bedah Uro-Onkologi dan Bedah Robotik Apollo Hospitals Jubilee Hills, Hyderabad, India, menangani dua pasien dengan kasus urologi berbeda.

Dua kasus tersebut yaitu kanker prostat yang menjalani radikal prostatektomi dan kista ginjal ukuran besar, menggunakan da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery.

Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, MM, mengatakan penanganan kasus urologi dengan sistem robotik menjadi bagian dari pengembangan Tahir Uro-Nephrology Center, salah satu layanan unggulan MHJS untuk urologi mulai dari pembesaran prostat, batu ginjal, penyakit ginjal dan saluran kemih hingga kasus uro-onkologi.

"Bagi kami, teknologi robotik bukan sekadar tentang memiliki fasilitas terbaru, tetapi sebagai bagian dari pengembangan kapabilitas klinis yang mendukung kemampuan dokter dalam memberikan penanganan yang lebih presisi, aman, dan terkontrol," kata dr. Fiktor dikutip Senin (31/8).

"Didukung da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery, kompetensi tim dokter, serta sistem rumah sakit berstandar internasional dengan akreditasi JCI1, kami optimistis dapat terus menangani kasus-kasus urologi, terutama kasus kompleks, dengan lebih presisi dan aman, dengan mengoptimalkan teknologi untuk memberikan manfaat nyata bagi pasien dan mendukung clinical outcome dan patient safety yang lebih baik melalui layanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care)," ujar dr. Fiktor.

Sebagai lead doctor dalam pelaksanaan bedah robotik urologi di MHJS, dr. Syamsu Hudaya, Sp.U, Subsp.Onk(K), FICRS menjelaskan, teknologi robotik tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dokter.

Sebaliknya, teknologi tersebut menjadi alat pendukung yang membantu dokter meningkatkan visualisasi, kontrol, dan fleksibilitas selama prosedur berlangsung.

"Teknologi robotik tidak menggantikan peran dokter, tetapi menjadi perpanjangan tangan yang membantu meningkatkan visualisasi, kontrol, dan fleksibilitas selama tindakan," ujar dr. Syamsu.

Menurut dia, sistem robotik memungkinkan dokter melihat area operasi melalui visualisasi tiga dimensi sekaligus menggerakkan instrumen secara lebih presisi dan terkontrol. Kemampuan tersebut menjadi penting ketika dokter menangani area anatomi yang kompleks dan sempit.

Kemudian, bedah robotik juga mendukung pendekatan minimal invasif dengan sayatan yang lebih kecil.

"Yang terpenting, teknologi ini harus memberikan manfaat nyata bagi pasien, seperti membantu mengurangi trauma pembedahan dan perdarahan, mendukung pemulihan yang lebih baik, hingga memungkinkan pasien kembali beraktivitas dan pulang lebih cepat sesuai kondisi klinisnya," kata dr. Syamsu.

Ia menekankan manfaat teknologi tidak berhenti pada pemulihan fisik. Kenyamanan dan kualitas hidup pasien juga menjadi bagian penting dalam penerapan bedah robotik.

"Pada akhirnya, teknologi dan kompetensi dokter harus berjalan bersama untuk memberikan clinical outcome yang lebih baik bagi setiap pasien," ujar dr. Syamsu.

Hadir sebagai proktor, Prof. (Dr.) Sanjai Kumar Addla, MRCS, MD, FRCS (Urol), dengan pengalaman melakukan lebih dari 1.000 prosedur robotik, menegaskan bahwa bedah robotik kini menjadi standar praktik urologi modern secara global, didukung oleh pertimbangan klinis, strategis, dan efisiensi biaya.

"Investasi Mayapada Healthcare dalam bedah robotik merupakan langkah yang tepat. Teknologi robotik bukan lagi standar masa depan, tetapi standar layanan saat ini, dan kini menjadi standar pelayanan di Mayapada Hospital," ujar Prof. Sanjai.

Ia menilai, Mayapada Hospital telah menunjukkan penguasaan teknologi robotik dan teknik bedah berstandar internasional, kontrol teknis, dan pengambilan keputusan klinis untuk memastikan prosedur yang aman dan efektif.

"Saya percaya penerapan teknologi robotik di Mayapada Hospital menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan urologi di Indonesia sekaligus memberikan pasien akses terhadap teknologi medis dan pilihan terapi berstandar global di dalam negeri," ujar Prof. Sanjai.

Chief Medical Officer Mayapada Healthcare, dr. Dini Handayani, MARS, FISQua, FIPC, menegaskan bahwa kolaborasi dengan para expert internasional merupakan bagian dari upaya Mayapada Healthcare untuk memperkuat kapabilitas klinis.

"Bagi kami, continuous improvement berlandaskan tiga pilar: people, process, dan technology. 1 Joint Commission International (JCI) merupakan lembaga akreditasi kesehatan internasional yang menilai penerapan standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Teknologi robotik saja tidak cukup; teknologi harus didukung kompetensi dokter, pelatihan terstruktur, kolaborasi multidisiplin, dan standar internasional," kata dr. Dini

"Dari sisi process, kami mengembangkan protokol ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) untuk mendukung pemulihan lebih cepat dan memperluas penerapannya dari ortopedi ke bidang lain, termasuk urologi. Pengembangan kapabilitas klinis melalui kolaborasi internasional menjadi katalis bagi kami dalam mendorong clinical outcome dan pengalaman pasien yang lebih baik dengan layanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care)," ujar dr. Dini.

Mayapada Healthcare secara konsisten menjalankan berbagai program clinical collaboration bersama para ahli terkemuka dan mitra strategis internasional, salah satunya Apollo Hospitals India, yang mencakup bidang ortopedi, bedah jantung, dan kini berlanjut ke bidang urologi.

Kapabilitas MHJS dalam menangani kasus kanker urologi akan semakin diperkuat melalui Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan, yang dikembangkan sebagai pusat layanan kanker advanced terbesar dengan layanan komprehensif, terintegrasi, dan berbasis teknologi mutakhir.

Dengan total luas bangunan mencapai 110.209 m², MHJS akan menjadi rumah sakit swasta terbesar dan terluas di Indonesia sekaligus menghadirkan akses terhadap layanan kanker berstandar global untuk penanganan kasus kompleks di dalam negeri.

(inh)

Read Entire Article
| | | |