Harga Daging Sapi di Tingkat Produsen Naik Jadi Rp59 Ribu per Kg

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menaikkan harga daging sapi dan kerbau di tingkat produsen imbas perang Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan kondisi geopolitik tersebut memang berdampak pada semua komoditas impor, termasuk sapi dan kerbau.

Zulhas mengumumkan Harga Acuan Penjualan (HAP) bobot sapi hidup naik Rp1.000 dari Rp58 ribu menjadi Rp59 ribu per kilogram (kg). Sementara, HAP bobot kerbau naik sebesar Rp10 ribu, dariRp80 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini dari harga eceran (bobot kerbau) tertinggi Rp80 ribuan. Ini berubah menjadi harga HAP tertinggi ya. Jadi bisa di bawah itu, itu Rp90 ribuan," kata Zulhas usai rapat di kantornya, Rabu (22/4).

Zulhas yakin kenaikan harga daging di level produsen ini tidak akan mengubah harga daging, terutama sapi di pasar. Sebab, kenaikannya cuma Rp1.000 per kg.

Menurut Zulhas, saat ini harga daging sapi di pasar masih stabil di kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kg. Masih sesuai dengan batas yang ditetapkan pemerintah.

"Misalnya harga di pasar, harga daging sapi itu kan antara Rp130 ribu, maksimal Rp 140ribu, masih dalam kisaran HET. Jadi itu masih tidak ada perubahan apapun," pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |