Hillary Clinton Sebut Dirinya Cuma Pengalih Isu Trump di Kasus Epstein

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Sekretaris Negara AS Hillary Clinton menuduh Presiden AS Donald Trump menjadikannya dan Bill Clinton sebagai pengalih isu dalam kasus Jeffrey Epstein.

Clinton menilai bahwa penyelidikan dari pihak Republik terhadap dirinya hanya upaya untuk mengalihkan perhatian dari Trump, yang namanya juga disebut berkali-kali dalam berkas Epstein.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lihat 'objek berkilau' ini. Mereka kemudian memanggil keluarga Clinton. Bahkan saya, yang sama sekali belum pernah bertemu pria itu (Epstein)," tutur Hillary Clinton seperti diberitakan AFP pada Senin (16/2).

Ia kemudian menuduh Trump mengatur upaya "penutupan fakta" terkait berkas pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara dengan BBC yang dipublikasikan pada Senin di Berlin.

"Keluarkan berkas-berkasnya. Mereka sengaja memperlambat prosesnya," ujar Clinton, yang dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan komite Kongres terkait masalah ini.

[Gambas:Video CNN]

Bulan lalu, Departemen Kehakiman AS merilis kumpulan terbaru "berkas Epstein"-lebih dari 3 juta dokumen, foto, dan video terkait penyelidikan terhadap Epstein, yang dinyatakan meninggal karena bunuh diri di dalam tahanan pada 2019.

Suami Hillary sekaligus Presiden ke-42 AS Bill Clinton sering disebut dalam berkas tersebut. Namun, sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan kriminal pasangan Clinton tersebut.

Pasangan itu telah diperintahkan untuk memberikan kesaksian tertutup di hadapan Komite Pengawasan DPR AS. Komite tersebut sedang menyelidiki hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh kuat, serta bagaimana informasi tentang kejahatannya ditangani.

"Kami akan datang, tetapi kami pikir akan lebih baik jika dilakukan secara terbuka untuk publik," kata Hillary Clinton kepada BBC. "Saya hanya ingin ini adil dan semua orang diperlakukan dengan cara yang sama."

Hillary menegaskan bahwa ia dan suaminya tidak memiliki apa pun untuk disembunyikan dari publik. Ia menyatakan telah berulang kali meminta agar seluruh berkas dirilis sepenuhnya.

Meskipun Departemen Kehakiman menyatakan tidak ada lagi berkas yang tersisa, para pembuat kebijakan mengkritik lembaga tersebut karena belum mempublikasikan memo internal pemerintah, catatan, dan email terkait Epstein.

Di sisi lain, Trump membantah telah melakukan kesalahan. Perlu dicatat bahwa sekadar penyebutan nama dalam berkas tersebut bukanlah bukti telah terjadinya tindak pidana.

Bill Clinton mengakui pernah terbang menggunakan pesawat Epstein pada awal 2000-an untuk urusan kemanusiaan yayasannya, namun ia menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.

Sementara itu, Hillary menyatakan tidak pernah berinteraksi secara berarti dengan Epstein, tidak pernah naik pesawatnya, maupun mengunjungi pulaunya.

Hillary menjadwalkan diri untuk memberikan kesaksian pada 26 Februari, sementara Bill Clinton pada 27 Februari. Menanggapi tuduhan Hillary, Trump membantahnya dan menyatakan dirinya telah "benar-benar dibebaskan dari segala tuduhan."

(afp/chri)

Read Entire Article
| | | |