IAEA Ungkap Temuan Material Nuklir di Suriah

3 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menemukan beberapa ton material nuklir di sebuah lokasi rahasia di Suriah.

Material tersebut dilaporkan oleh pemerintah Suriah kepada badan pengawas nuklir PBB pada bulan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para inspektur telah mengunjungi dua lokasi, termasuk di Deir Ezzor dan lokasi lain yang berkaitan dengan material nuklir yang baru dilaporkan Suriah.

Kepala IAEA, Rafael Grossi, memuji "keputusan berani" Damaskus untuk melaporkan situs yang dirahasiakan tersebut. Ia mengatakan material itu berpotensi disalahgunakan.

"Kita sedang membicarakan beberapa ton material nuklir yang bisa disalahgunakan," kata Grossi dalam konferensi pers di Damaskus.

Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani, mengatakan "Pada 17 Juli, kami mengirim surat resmi kepada badan tersebut, di mana kami dengan sukarela menyatakan keberadaan material nuklir di lokasi yang tidak diumumkan dalam warisan yang ditinggalkan oleh rezim sebelumnya."

Menurutnya, hasil penilaian teknis menunjukkan bahan-bahan tersebut tidak menimbulkan risiko. Namun, material itu tetap akan berada di bawah pengawasan pemerintah Suriah dan sistem pengamanan IAEA.

Grossi mengatakan "materi ini akan dipertanggungjawabkan, akan dimasukkan ke dalam sistem pengamanan internasional," tambahnya.

Grossi mengatakan para ahli Suriah dan IAEA akan bekerja sama untuk memastikan material tersebut disimpan dengan aman.

"Kita mulai membuka lembaran baru, dan membuka lembaran baru bukan berarti melupakan masa lalu," ujarnya.

Diduga berkaitan dengan program nuklir lama


Grossi juga mengunjungi lokasi di Deir Ezzor yang telah ditutup selama 18 tahun. Lokasi tersebut sebelumnya diduga sebagai bagian dari program nuklir rahasia Suriah.

Pada 2011, IAEA menyatakan lokasi itu "sangat mungkin" merupakan reaktor nuklir. Badan tersebut juga mengatakan informasi yang diterimanya menunjukkan reaktor tersebut dibangun dengan bantuan Korea Utara.

Pada tahun 2018, Israel mengakui telah melakukan serangan udara rahasia terhadap lokasi tersebut 11 tahun sebelumnya. Kurang dari setahun setelah serangan itu, AS menuduh Suriah berupaya membangun reaktor nuklir rahasia.

Direktur akademik lembaga pemikir Prancis FMES Institute, Pierre Razoux, mengatakan kepada AFP bahwa material nuklir yang ditemukan pada hari Selasa "kemungkinan besar terkait dengan program nuklir Suriah, yang dihentikan pada tahun 2007 setelah serangan Israel di situs Al-Kibar" di Deir Ezzor.

Namun, ia menambahkan bahwa Suriah mungkin juga memiliki material nuklir yang telah disingkirkan Irak pada awal tahun 2000-an.

Grossi mengatakan temuan terbaru tersebut semakin memperkuat kecurigaan lama badan tersebut terkait program nuklir rahasia Suriah.

IAEA juga menemukan partikel uranium di lokasi Deir Ezzor saat inspeksi pada 2024.

Kunjungan Grossi berlangsung setelah laporan media Axios mengatakan bahwa Washington dan IAEA mencapai kesepakatan agar badan pengawas tersebut memindahkan material nuklir yang disimpan di lokasi rahasia di Suriah setelah "mencapai kesepahaman dengan Suriah dan Israel".

Axios juga mengatakan Israel memantau secara ketat lokasi bernama "Situs 99". Pejabat Israel mengatakan pemerintah Assad menyimpan material nuklir sebagai bagian dari proyek Deir Ezzor, juga dikenal sebagai Al-Kibar, dan Israel telah mengancam akan membomnya.

(isa/bac)

placeholder

Read Entire Article
| | | |