'Ikut Campur' dalam Banyak Masakan, Santan Jadi Kunci Kuliner RI

5 hours ago 1

Rhea Febriani Tritami | CNN Indonesia

Minggu, 16 Agu 2026 09:30 WIB

Santan merupakan salah satu bahan makanan kunci untuk kuliner Indonesia. Ilustrasi. Santan merupakan salah satu bahan makanan kunci untuk kuliner Indonesia. (Istockphoto/Fcafotodigital)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian besar kuliner Indonesia tampaknya tak bisa lepas dari 'campur tangan' kelapa beserta produk turunannya berupa santan.

Terutama santan, cairan dari perasan kelapa parut ini sering menjadi kunci dalam sejumlah masakan. Mulai dari masakan, minuman, hingga kudapan, rasanya bisa diperkaya jika santan ikut campur di dalamnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara produk kelapa lainnya, seperti kelapa parut, air kelapa, hingga minyak kelapa (VCO), santan lah yang paling banyak berperan di dapur. Hal ini terbukti dari hasil riset lembaga survei KedaiKOPI pada 2025 lalu tentang kebutuhan kelapa di Indonesia.

Dari survei terhadap 200 ibu rumah tangga, penggunaan santan parut segar sebesar 53,5 persen dan santan instan 49,5 persen. Adapun pada 160 responden kalangan UMKM, penggunaan santan parut segar untuk kegiatan bisa lebih tinggi lagi, yakni 73,1 persen, sedangkan santan instan 18,1 persen.

Berdasarkan penggunaan rata-rata per minggu, kalangan ibu rumah tangga menggunakan 1-2 liter santan per minggu, sedangkan UMKM 242 liter per minggu.

Ini menunjukkan kecintaan orang Indonesia kepada santan berkat kelenturannya dalam memperkaya cita rasa kuliner Indonesia. Tingginya permintaan akan santan pun membuat banyak perusahaan makanan mengolah versi siap sajinya.

Santan, kuncinya masakan Indonesia

Santan bisa dibilang sebagai salah satu 'kuncian' untuk masakan Indonesia. Bahan ini biasa dipakai untuk memperkaya rasa gurih atau manis, sesuai jenis yang digunakan. Santan juga bisa memberikan tekstur creamy pada masakan.

"Tidak [untuk] semua makanan, tetapi memang santan itu menjadi 'bread and butter'-nya orang Indonesia, karena dari santan itu bisa menjadi minyak yang sangat baik. Jadi, memang that's the key ingredients of Indonesian cooking," ujar Chef Ragil Imam Wibowo kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/8).

Sebagai 'bread and butter' atau bahan inti dalam masakan, Chef Ragil mengatakan, santan dapat memberikan satu rasa yang tak bisa didapat dari cairan lain, yakni rasa lembut.

"Secara palate-nya, secara flavor-nya itu kuat, jadi membuat makanan menjadi lebih nikmat," ucap chef yang dalam 2-3 tahun terakhir ini melakukan riset terhadap berbagai makanan Indonesia.

Di Barat, biasanya cream dan butter digunakan untuk memberikan tekstur lembut pada masakan. Nah, kalau di Indonesia, apakah santan punya fungsi yang sama?

Menurut Chef Ragil, bisa saja santan disebut sebagai cream versi Indonesia, hanya saja penggunaannya cenderung mirip untuk masakan daerah Sumatra.

Selain Sumatra, masakan Jawa dan sebagian Kalimantan juga banyak menggunakan santan. Namun, di beberapa daerah lain seperti Sulawesi dan Maluku, ketimbang menggunakan santan, lebih banyak menggunakan kelapa parut yang disangrai kemudian ditumbuk.

Jika kita dibandingkan dengan cream dan butter pada masakan Barat, santan punya sejumlah hal yang patut dibanggakan.

Chef Ragil mengemukakan ada dua kelebihan santan. Pertama, santan sebagai lemak nabati bisa lebih sehat ketimbang cream yang merupakan lemak hewani.

Kedua, melihat dari perspektif keberlanjutan, jejak karbon produksi santan bisa lebih rendah ketimbang cream. Dalam pembuatan cream termasuk butter, dibutuhkan peternakan sapi untuk memproduksi susu yang jadi bahan dasarnya.

Adapun peternakan sapi diketahui penyumbang jejak karbon tertinggi. Berdasarkan data dari Food and Agriculture Organization (FAO), ternak sapi merupakan penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan, yakni sekitar 65 persen.

Produksi daging sapi menghasilkan emisi paling besar, sekitar 41 persen dari total emisi sektor peternakan. Adapun produksi susu menyumbang sekitar 20 persen.

"Jadi memang lebih ke efek lingkungan dan masalah hewaninya ya, bukan masalah produknya. Kalau produknya, sebenarnya sama-sama bagus kalau buat saya, melihat pemakaiannya antara santan, butter, dan cream," ujar Chef Ragil.

Baca halaman selanjutnya untuk mengetahui perbedaan santan parut segar dan instan...


Read Entire Article
| | | |