Jakarta, CNN Indonesia --
Perusahaan keamanan siber Kaspersky menyebut lebih dari 50 juta serangan siber terdeteksi di Indonesia pada 2025. Tren perkembangan ancaman siber ini tak hanya berdampak pada individu, tetapi juga organisasi.
Data terbaru Kaspersky menyebut 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat terdeteksi dan diblokir tahun lalu di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Kaspersky juga mengungkapkan bahwa 20 persen perusahaan di Indonesia mengalami serangan rantai pasokan tahun lalu.
"Saat ini, kami melihat banyak ancaman siber web yang muncul di Indonesia. Dan inilah yang kami deteksi. Jumlah ancaman lokal saat ini sudah mendekati 40 juta," ujar Adrian Hia, Managing Director Kaspersky Asia Pasifik dalam acara SOC Transformation with AI di Jakarta, Rabu (8/4).
Lanskap ancaman yang terus berkembang ini membuat individu harus lebih berhati-hati terhadap keamanan mereka di ruang digital.
Hal serupa perlu menjadi perhatian perusahaan karena berbagai potensi dampak dari serangan siber mulai dari gangguan operasional, pelanggaran data hingga kerugian finansial dan kerusakan reputasi.
Beberapa jenis ancaman siber yang tengah sangat berkembang di antaranya Ancaman Berkelanjutan Tingkat Lanjut (Advanced Persistent Threats/APT), serangan berbasis AI, dan eksploitasi seluler.
Dengan situasi ini, sistem organisasi menghadapi risiko serangan yang lebih tinggi dan membutuhkan pergeseran dari pendekatan keamanan reaktif ke strategi proaktif berbasis intelijen seperti membangun Pusat Operasi Keamanan (Security Operations Center/SOC).
SOC merupakan unit organisasi khusus yang bertanggung jawab untuk pemantauan dan pengamanan infrastruktur TI perusahaan secara berkelanjutan.
Misi intinya adalah untuk secara proaktif mendeteksi, menganalisis, dan menanggapi ancaman keamanan siber.
Menurut penelitian terbaru oleh Kaspersky, 58 persen pemimpin dan pengambil keputusan di organisasi teknologi informasi (TI) di Indonesia percaya bahwa membangun SOC dapat meningkatkan tingkat keamanan siber mereka.
Selain itu, 65 persen perusahaan di negara ini mengakui berencana untuk meningkatkan SOC dengan AI, dengan 53 persen menyebut bahwa peningkatan efektivitas deteksi ancaman adalah alasan utama untuk meningkatkan SOC dengan AI.
Namun, membangun SOC, khususnya yang terintegrasi dengan AI, memiliki tantangan bagi organisasi di Indonesia.
Studi Kaspersky mengungkapkan beberapa tantangan seperti kekurangan data pelatihan berkualitas tinggi, kekurangan spesialis AI yang berkualitas dalam tim internal, hingga kekurangan solusi yang sesuai di pasaran.
"Seiring dengan meningkatnya ancaman siber yang menargetkan perusahaan-perusahaan di Indonesia baik dari segi volume maupun kompleksitas, organisasi tidak dapat lagi mengandalkan sistem keamanan yang terfragmentasi. SOC terintegrasi, yang didukung oleh SIEM dan intelijen ancaman real-time, sangat penting untuk memungkinkan deteksi ancaman dini, respons insiden yang cepat, dan menjaga pertahanan bisnis yang berkelanjutan," kata Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky Indonesia dalam acara yang sama.
"Dengan implementasi SOC terintegrasi ini, Kaspersky menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat ketahanan siber Indonesia dan melindungi aset digital di tengah lanskap ancaman yang semakin dinamis," tambahnya.
Lebih lanjut, Kaspersky saat ini telah membangun SOC generasi berikutnya yang terintegrasi dengan AI untuk memungkinkan deteksi, respons, dan otomatisasi.
Implementasi SOC semakin diperkuat melalui integrasi dengan sistem Security Information and Event Management (SIEM) dan penggunaan intelijen ancaman secara real-time. Sistem tersebut memungkinkan korelasi data tingkat lanjut di berbagai sumber dan deteksi ancaman lebih akurat.
Selain itu, Kaspersky SOC meningkatkan visibilitas organisasi di seluruh lingkungan TI, mengurangi waktu rata-rata untuk mendeteksi dan waktu rata-rata untuk merespons, serta mendukung kepatuhan terhadap persyaratan peraturan yang berlaku.
(lom/dmi)
Add
as a preferred source on Google

















































