Indonesia vs Jepang: Emosional, Brutal, dan Monumental

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia Arena, Kamis (5/2) malam, akan membara. Laga semifinal AFC Futsal 2026 antara Timnas Futsal Indonesia versus Jepang ini bakal emosional, brutal, dan monumental.

Jepang datang ke Jakarta dengan dada membara. Edisi sebelumnya, 2024, Samurai Biru merana. Sang juara bertahan tewas di babak grup. Tiket ke Piala Dunia melayang. Jepang ditendang.

Efeknya, pelatih Kenichiro Kogure dipecat. Kensuke Takahashi lantas naik pangkat. Pelatih Jepang U-20 dan asisten Kogure ini promosi jadi pelatih kepala tim utama.

"Saya merasa sangat bertanggung jawab atas kegagalan mencapai tujuan kami untuk lolos ke Piala Dunia Futsal [2024]," katanya saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Jepang.

Ada rasa bersalah, amarah, sekaligus penyesalan yang ingin ditebus Takahashi. Kasarnya, pria 43 tahun ini siap harakiri. Istilah pepatahnya, lebih baik mati berkalang tanah.

Selama 2024, Takahashi menjalani lima laga. Menang semua. Tahun berikutnya 14 kali main. Hasilnya lima kali kalah. Bukan sembarang kalah. Salah duanya dilumat Brasil. Tim nomor satu dunia.

Dan, lihatlah, di AFC Futsal 2026, Jepang digdaya. Dari empat laga mencetak 17 gol. Hanya tiga kali kebobolan. Jepang kembali ke habitatnya. Kandidat juara Piala Asia Futsal.

Namun, isi hati Indonesia juga menyala-nyala. Futsal negeri 300 juta jiwa ini mulai melolong. Bak canis lupus familiaris (anjing domestik), Indonesia menjelma jadi canis lupus signatus (serigala iberia).

Hector Souto salah satu tokoh kuncinya. Ia reinkarnasi di Indonesia. Dari pelatih kacangan, jadi arsitek kaliber. Di Indonesia ia sukses bersama Bintang Timur Surabaya.

Souto mulai melatih Indonesia pada Agustus 2024, dua bulan setelah Takahashi membidani Jepang. Seperti pelatih serigala, Souto galak, tetapi ada juga lembut-lembutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juara Piala AFF 2024 langsung ia persembahkan. Gelar ini paripurna, tidak seperti 2010. Ketika itu ada kesan 'tidak sah' karena Thailand si raja ASEAN absen. Di 2024, Thailand ada. Tuan rumah.

"[Gelar juara Piala AFF 2024 ini] Pasti akan memberikan dampak besar untuk perkembangan futsal di masa yang akan datang," kata Souto usai meraih gelar juara pada 10 November 2024.

Benar saja. Setelahnya emas SEA Games 2025 diraih untuk pertama kalinya. Lagi-lagi di Thailand. Dan, kini api di dada pemain Indonesia makin menyala. Membara. Menjilat angkasa.

Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>


Read Entire Article
| | | |