Israel Mau Bikin Aturan Usir Warga Palestina di Gaza sampai Tepi Barat

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich kembali membuat pernyataan kontroversial dengan menyatakan ingin membuat aturan untuk mengusir warga Palestina, baik dari Jalur Gaza maupun Tepi Barat.

Dikutip AFP, dalam pernyataan di acara partainya pada Senin (16/2), Smotrich mengatakan ia akan membuat kebijakan yang mendorong migrasi warga Palestina di masa jabatan berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menghancurkan gagasan tentang negara teror Arab, dan pada akhirnya, secara formal dan praktis, membatalkan Oslo Accords yang terkutuk dan menempuh jalan bagi kedaulatan (Israel), sambil mendorong migrasi (warga Palestina) baik dari Gaza maupun Yudea dan Samaria," ucapnya, menggunakan istilah Alkitab untuk Tepi Barat.

"Tidak ada solusi jangka panjang lainnya," tegas dia, seperti dikutip The Times of Israel.

Pernyataan Smotrich ini dilontarkan menjelang pemilihan umum (pemilu) legislatif Israel pada Oktober mendatang. Partai sayap kanan Smotrich, Zionisme Agama, sering memperoleh suara nyaris mencapai ambang batas.

[Gambas:Video CNN]

Sejak Israel meluncurkan agresi ke Gaza pada Oktober 2023, Smotrich dan para tokoh sayap kanan Israel berulang kali mendorong wacana mengusir paksa warga Palestina.

Kritikus menyatakan wacana tersebut sama saja dengan pembersihan etnis.

Belakangan, Israel melakukan serangkaian cara untuk memperkuat kendali mereka atas Palestina. Pemerintah Negeri Zionis pekan lalu menyetujui proposal untuk mendaftarkan sebagian besar wilayah Tepi Barat sebagai "milik negara".

Langkah ini ditentang keras oleh komunitas internasional. Sebab hal ini melanggar hukum internasional dan mengecilkan prospek solusi dua negara.

Tepi Barat akan menjadi wilayah terbesar Palestina jika negara itu didirikan. Banyak tokoh Zionis memandang area ini sebagai tanah Israel.

(blq/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |