CNN Indonesia
Minggu, 28 Jun 2026 05:00 WIB
Ilustrasi. Sebagai orang tua, bagaimana cara bijak memperlakukan anak yang sedang berkata tidak jujur? Ikuti tips ini. (Istockphoto/ Fizkes)
Jakarta, CNN Indonesia --
Berbohong terkadang dilakukan oleh anak-anak. Walau kebohongan yang diutarakan terkesan sepele, Anda sebagai orang tua mungkin merasa khawatir dengan kondisi tersebut.
Pasalnya, Anda mungkin takut kebiasaan tidak jujur itu terus berulang hingga terbawa sampai dewasa. Namun, sebenarnya Anda tidak perlu terlalu risau. Berbohong pada anak, khususnya pada usia 2 hingga 4 tahun, dapat menjadi bagian dari perkembangan kognitif mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada berbagai alasan mengapa anak berbohong. Misalnya, demi menghindari hukuman, melindungi perasaan orang lain, atau mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Bahkan, pada usia tertentu, anak terkadang belum mampu membedakan antara imajinasi dan kenyataan secara utuh.
Meski demikian, bukan berarti perilaku tersebut boleh dibiarkan begitu saja. Orang tua tetap perlu memberikan pemahaman tentang pentingnya kejujuran agar si anak belajar bertanggung jawab atas perkataan serta tindakannya.
Lantas, sebagai orang tua, bagaimana cara bijak memperlakukan anak yang sedang berkata tidak jujur?
Cara merespons anak yang tidak jujur
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut cara merespons anak yang tidak jujur.
1. Hindari memberikan label pembohong
Melansir laman Upliftkids.org, saat mengetahui anak berbohong, hindari langsung menyebutnya sebagai "pembohong". Label itu justru dapat berdampak buruk terhadap hubungan antara orang tua dan anak.
Anak bisa menganggap dirinya sebagai pribadi yang buruk, padahal ia hanya melakukan kesalahan yang masih bisa diperbaiki. Alih-alih memberi label negatif, tunjukkan bahwa Anda tetap menyayanginya.
Cara merespons anak yang tidak jujur selanjutnya dengan mengusahakan tidak langsung menghakiminya. Sikap yang terlalu menekan justru dapat membuat anak semakin sulit mengatakan yang sebenarnya.
Cobalah mengajukan pertanyaan dengan nada yang tenang, seperti:
- "Kamu yakin itu yang sebenarnya terjadi?"
- "Biasanya kamu jujur kepada Ayah/Ibu. Apa ada sesuatu yang belum kamu ceritakan?"
Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada anak untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya tanpa merasa diserang.
3. Ciptakan kebiasaan jujur di lingkungan keluarga
Kejujuran sejati diajarkan tak lewat nasihat, tapi lewat contoh atau teladan orang tua di rumah, ditambahkan dari laman Nurtured first.
Maka itu, sebagai orang tua mulailah menunjukkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. Bila Anda pernah melakukan kesalahan, jangan ragu untuk mengakuinya di depan anak.
Anda juga bisa menceritakan pengalaman ketika pernah tidak jujur saat masih kecil, lalu mengajak anak berdiskusi mengenai cara yang lebih baik untuk menghadapi situasi tersebut.
4. Berikan apresiasi saat anak berkata jujur
Kejujuran, terutama dalam situasi yang sulit, membutuhkan keberanian. Karena itu, jangan lupa memberikan apresiasi ketika anak berani mengatakan yang sebenarnya.
Apresiasi bentuknya simpel, bisa berupa ucapan sederhana seperti "terima kasih sudah berkata jujur" atau "Ayah/Ibu bangga karena kamu berani mengatakan yang sebenarnya" sudah cukup berarti.
5. Tetap tenang saat mengetahui anak berbohong
Cara merespons anak yang tidak jujur yang paling ampuh ialah tetap tenang. Sebab, reaksi pertama orang tua sering menentukan jalannya percakapan.
Jika Anda langsung marah, anak bisa merasa takut dan memilih menutupi kesalahannya. Sebaliknya, cobalah untuk tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam dan anggap situasi tersebut sebagai kesempatan untuk mengajarkan nilai kejujuran.
Itulah beberapa cara merespons anak yang tidak jujur yang dapat Anda terapkan. Semoga bermanfaat!
(san/fef)
Add
as a preferred source on Google

















































