Jasa Raharja Pastikan Korban Kecelakaan Bus ALS Sumsel Dapat Santunan

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel) mendapat santunan dan jaminan perawatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kecelakaan yang terjadi di Jalan Lintas Sumatra Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Rabu (6/5) itu menewaskan 16 orang dan menyebabkan empat korban lainnya luka-luka. Insiden melibatkan Bus ALS bernomor polisi BK 7451 DL dan truk tangki minyak yang identitasnya masih didata polisi.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan pihaknya langsung mengerahkan petugas ke lokasi begitu menerima informasi kecelakaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jasa Raharja hadir untuk memastikan korban kecelakaan lalu lintas memperoleh perlindungan dasar secara cepat dan tepat. Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan pendataan, koordinasi dengan rumah sakit dan pihak terkait, serta memastikan seluruh korban memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Awaluddin dalam keterangan resmi, Rabu (6/5).

Jasa Raharja menyebut petugas di Kantor Wilayah Sumatra Selatan langsung membantu proses evakuasi korban dan berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas untuk penerbitan laporan polisi.

Petugas juga mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat guna memastikan proses penanganan medis berjalan lancar.

Selain itu, perusahaan telah menerbitkan surat jaminan atau guarantee letter kepada RSUD Rupit Muratara untuk mempercepat penanganan korban luka. Pendataan korban dan ahli waris juga dilakukan untuk mempercepat penyaluran santunan bagi korban meninggal dunia.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan memicu kebakaran besar usai tabrakan antara bus ALS dan truk tangki BBM.

Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama mengatakan sopir bus ALS turut menjadi korban meninggal dunia. Dari total korban tewas, 14 orang berada di dalam bus, terdiri dari sopir dan 13 penumpang. Sementara kernet bus selamat dengan luka ringan setelah terlempar keluar saat kecelakaan.

Polisi menduga kecelakaan terjadi saat sopir bus mencoba menghindari lubang di jalan hingga kendaraan berpindah jalur dan menabrak truk tangki dari arah berlawanan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang Mu'min Wijaya mengatakan penyebab pasti kecelakaan masih didalami melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim terpadu Ditlantas, laboratorium forensik, hingga tim Traffic Accident Analysis (TAA).

Di sisi lain, tiga korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit.

Pihak rumah sakit menyebut dua korban mengalami luka bakar sekitar 80 persen, sementara satu korban lainnya mengalami luka bakar hingga 99 persen dan dirawat di ICU menggunakan ventilator.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |