Joki UTBK Tertangkap di Surabaya, Pakai Foto Palsu Incar Kedokteran

6 hours ago 4

Surabaya, CNN Indonesia --

Praktik perjokian dalam tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 kembali mencuat di sejumlah kampus di Surabaya, Jawa Timur.

Dua kasus terdeteksi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan UPN Veteran Jawa Timur (UPNVJT). Modusnya ialah manipulasi identitas hingga penggunaan dokumen palsu.

Di Unesa, panitia berhasil mengamankan seorang joki yang menggunakan identitas peserta asli namun dengan foto yang telah dimanipulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Modusnya menggunakan identitas yang dijoki. Namanya tetap nama peserta asli, tetapi fotonya diganti dengan orang yang mengerjakan ujian," kata Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa Martadi, Selasa (21/4).

Kecurigaan muncul setelah panitia melakukan pencocokan data peserta lintas tahun. Pelaku itu diketahui menjadi joki dari yang mendaftar pada program studi kedokteran di Universitas Negeri Malang.

"Data ini kami bandingkan dengan tahun lalu, fotonya sama, tetapi namanya berbeda. Dari situ kami mulai curiga," jelas Martadi.

Pelaku yang sempat mengikuti ujian tersebut kini telah diserahkan ke pihak berwajib atas dugaan pemalsuan dokumen seperti KTP dan Ijazah.

"Sekarang sedang diproses di kepolisian. Sementara ini ditangani di Polsek untuk pendalaman lebih lanjut," kata dia.

Aksi serupa juga terjadi di UPN Veteran Jawa Timur (UPNVJT). Seorang peserta menunjukkan gerak-gerik mencurigakan saat mengikuti sesi pertama ujian. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan dokumen, ditemukan ketidaksesuaian identitas.

Staf Humas UPNVJT Nizwan Amin mengonfirmasi temuan tersebut telah dilaporkannya ke tingkat pusat.

"Kami sudah mencatat dalam berita acara dan melaporkannya ke pusat. Saat ini masih kami proses secara internal," kata Nizwan.

Peserta yang diamankan di UPNVJT diketahui memilih program studi kedokteran di Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Jember.

Selain itu, panitia UTBK juga mengendus adanya keterkaitan data antara pelaku dengan lokasi ujian lain, termasuk Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Namun, Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol Unair Pulung Siswantara memastikan peserta yang masuk daftar waspada tersebut tidak hadir di lokasi.

"Fotonya terindikasi sama dengan peserta tahun 2025 sehingga sudah kami waspadai. Namun, yang bersangkutan tidak hadir di Unair," kata Pulung.

Pulung menambahkan bahwa secara umum pelaksanaan ujian di Unair berjalan kondusif. Kendati demikian panitia terus melakukan kewaspadaan.

"Secara keseluruhan berjalan sesuai aturan. Tidak ada pelanggaran lain, hanya yang kami waspadai dari data panitia pusat tersebut," tutupnya.

(frd/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |