Kapolri Hadiri Pemakaman Eyang Meri, Kenang Pesan untuk Bhayangkara

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri di TPBU Giritama, Bogor, Jawa Barat. Kehadiran Kapolri menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengenang Eyang Meri selalu menyampaikan pesan kepada keluarga besar Polri dalam setiap pertemuan. Pesan tersebut kini menjadi semangat dan inspirasi bagi seluruh personel Korps Bhayangkara.

"Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi dan mengayomi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat melayat ke rumah duka, pihak keluarga sempat memutar rekaman suara Eyang Meri yang berisi pesan untuk Polri. Dalam rekaman itu, beliau meminta setiap anggota polisi memulai keteladanan dari diri sendiri dalam menjalankan tugas.

Sigit menganggap pesan-pesan tersebut sebagai amanah atau wasiat yang sangat berharga bagi institusi. Beliau berkomitmen untuk terus mengumandangkan semangat tersebut kepada seluruh keluarga besar Polri di mana pun berada.

"Karena setiap beliau menyampaikan Eyang Meri saat terakhir dan pesannya tolong jaga titip institusi Polri, tolong jaga dan titip Polri," ucap dia.

Sigit menegaskan bahwa Polri ke depan harus konsisten meneladani nilai-nilai yang ditinggalkan oleh keluarga Jenderal Hoegeng. Polri ke depannya harus bisa meneladani dan memberikan perlindungan serta pengayoman terhadap masyarakat dan tanggung jawab terhadap keamanan.

Tugas pokok dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat akan terus didasarkan pada doktrin Polri yang kuat. Warisan nilai dari almarhum Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri dipandang sebagai api semangat yang akan terus menyala.

"Saya kira banyak hal kami kenang dari Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri kami terima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami. Warisan daripada pendahulu utamanya Almarhum Hoegeng Iman Santoso yang tentunya akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut," pungkas Sigit.

(rir)

Read Entire Article
| | | |