Kasus Campak Australia dari Indonesia, Kemenkes Perketat Pengawasan

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Senin, 23 Feb 2026 06:45 WIB

Kemenkes RI merespons temuan otoritas kesehatan Australia mengenai satu kasus campak yang menjangkiti pelancong dengan riwayat perjalanan dari Indonesia. Ilustrasi campak. (iStockphoto/RomoloTavani)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merespons temuan otoritas kesehatan Australia mengenai satu kasus campak yang menjangkiti seorang pelancong dengan riwayat perjalanan dari Indonesia.

Laporan resmi ini diterima melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) dan kini tengah ditindaklanjuti oleh Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes.

Kronologi Perjalanan Jakarta-Perth

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa kasus tersebut menimpa seorang perempuan berusia 18 tahun. Pasien diketahui memiliki riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data rute perjalanan, pasien berangkat dari Jakarta menuju Perth pada 7 hingga 8 Februari 2026.

"Gejala ruam muncul pada 8 Februari setibanya di Perth. Hasil pemeriksaan PCR kemudian mengonfirmasi pasien positif campak," ujar Aji dalam keterangannya, Minggu (22/2).

Hingga saat ini, hanya dilaporkan satu kasus tunggal tanpa adanya catatan kematian. Otoritas Australia masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memetakan potensi penularan di sana.

Menanggapi laporan tersebut, Kemenkes tidak tinggal diam. Pemerintah Indonesia kini melakukan koordinasi intensif lintas negara serta menggandeng Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia.

Di level domestik, penyelidikan epidemiologi mulai dilakukan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dikerahkan untuk melakukan pelacakan.

Hingga Minggu (22/2), belum ditemukan laporan kasus tambahan yang berkaitan dengan pasien tersebut. Penguatan surveilans (pengawasan) ditingkatkan di pintu-pintu masuk wilayah untuk mendeteksi dini kasus suspek lainnya.

Situasi Campak Nasional 2026

Kemenkes mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular dan masih ditemukan di banyak negara. Meski terdapat temuan kasus, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional tahun ini.

Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 9.760 kasus terkonfirmasi secara nasional. Sementara selama Januari-Februari 2026, dilaporkan sebanyak 269 kasus campak konfirmasi.
Aji mengimbau masyarakat, terutama pelaku perjalanan internasional, untuk memastikan status imunisasi campak mereka sudah lengkap.

"Bagi masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Jika terkonfirmasi, batasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penyebaran yang lebih luas," pungkasnya.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |