Kasus Paspor Merambah Belgia, Bagaimana Nasib Pemain Indonesia?

9 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Skandal paspor atau disebut paspoortgate kini merambah Belgia setelah menjadi isu besar di Belanda. Bagaimana nasib pemain Indonesia?

Klub kasta tertinggi Liga Belgia, Royal Antwerp, tidak ingin paspoortgate menjadi kendala. Oleh karena itu Antwerp mengistirahatkan Gyrani Kerk dalam play off Eropa Liga Belgia, Jumat (3/4).

Kerk adalah pemain kelahiran Belanda berpaspor Suriname. Antwerp ingin pemainnya menyelesaikan urusan paspor, apakah Suriname atau Belanda, sebelum kembali bersama klub. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengistirahatkan Gyrano Kerk sebagai tindakan pencegahan," tulis Anwerp dalam rilis resmi klub pada Kamis (2/4) dilansir dari Nieuwsblad, Minggu (5/4).

"Situasi secara umum sangat tidak jelas dan kami tidak ingin mengambil risiko apa pun sampai semuanya diklarifikasi. Klub sedang menyelidiki sepenuhnya situasi seputar Gyrano."

Sejauh ini, di Liga Belgia, baru Antwerp yang mengambil sikap. Hingga kini belum ada pernyataan dari Dender dan Lommel SK soal pemain asal Indonesia yang dikhawatirkan bermasalah. 

Musim ini ada dua pemain Indonesia yang berkiprah di Belgia. Dua pemain tersebut adalah Ragnar Oratmangoen (FC Dender) dan Joey Pelupessy (Lommel SK).

Oratmangoen membela Dender setelah menjadi warga negara Indonesia (WNI). Artinya pula pemain berposisi penyerang ini membela Dender dengan status pemain non UNI Eropa.

Adapun Joey menjadi bagian Lommel sebelum menjad WNI. Pemain berposisi gelandang ini dikontrak Lommel pada Januari 2025 dan disumpah menjadi WNI pada Februari 2025.

Kasus pasport atau paspoortgate mengemuka di Belanda setelah laporan NAC Breda. Mereka melaporkan pemain Indonesia, Dean James, sebagai pemain tidak sah di Liga Belanda. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/ptr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |