Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan rencana pengadaan pesawat tempur F-15EX belum dapat ditindaklanjuti karena harga yang diajukan masih dinilai terlalu tinggi atau mahal.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigadir Jenderal Rico Sirait menjelaskan rencana pengadaan F-15EX belum masuk tahap penganggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun harga yang diajukan dinilai masih terlalu tinggi sehingga belum dapat ditindaklanjuti," kata Rico saat dihubungi, Kamis (5/2).
Sebelumnya, nota kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) komitmen pada pembelian 24 unit pesawat tempur F-15EX baru dari Amerika Serikat (AS) diteken pada Agustus 2023.
Penandatanganan itu dilakukan di The Boeing Company, St. Louis, Missouri dan pihak Amerika Serikat juga telah memberikan kode khusus bagi Indonesia untuk penggunaan F-15EX, yakni F-15IDN.
Saat itu, Prabowo Subianto yang masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan menyaksikan penandatanganan MoU tersebut dan menyempatkan melihat unit pesawat tempur tersebut di kantor Boeing bersama pejabat Kemhan dan The Boeing Company.
"Penandatanganan MoU komitmen pembelian 24 Unit Pesawat Tempur F-15EX," kata Prabowo saat itu.
(fra/yoa/fra)















































