CNN Indonesia
Rabu, 12 Agu 2026 06:45 WIB
Ilustrasi. Kepala juga bisa mengalami kesemutan. (iStockphoto/macniak)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kesemutan atau parestesia umumnya dirasakan pada tangan atau kaki. Namun, sensasi serupa juga bisa muncul di kepala.
Kepala kesemutan dapat terasa seperti geli, tertusuk-tusuk, terbakar, gatal, atau bahkan mati rasa. Sensasinya bisa muncul di satu sisi maupun kedua sisi kepala dan terkadang menjalar ke wajah atau sekitar mata.
Kondisi ini berkaitan dengan sistem saraf, baik saraf pusat maupun saraf tepi. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kondisi sementara seperti stres dan migrain hingga gangguan saraf tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja penyebab kepala kesemutan? Berikut penjelasannya, melansir berbagai sumber:
1. Stres
Stres dapat menjadi salah satu penyebab kepala kesemutan. Ketika mengalami stres, tubuh mengalami perubahan respons yang dapat memicu ketegangan otot dan memengaruhi fungsi saraf.
Kesemutan akibat stres biasanya bersifat sementara dan membaik setelah pemicu stres teratasi. Namun, stres yang berlangsung lama dapat menimbulkan berbagai keluhan fisik lainnya.
2. Migrain
Migrain merupakan jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan nyeri berdenyut dengan intensitas ringan hingga berat. Pada sebagian orang, migrain diawali dengan gejala yang disebut aura.
Aura dapat berupa gangguan penglihatan, kekakuan pada leher, serta sensasi kesemutan atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu, termasuk wajah dan kepala. Pemicu migrain berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa di antaranya adalah perubahan hormon, stres, kelelahan, kurang tidur, faktor genetik, serta konsumsi makanan atau minuman tertentu.
3. Sinusitis
Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang dapat menyebabkan lendir terperangkap dan menimbulkan tekanan di sekitar wajah.
Kondisi ini umumnya ditandai dengan hidung tersumbat, sakit kepala, serta nyeri atau tekanan di sekitar mata, dahi, dan hidung. Pada kondisi tertentu, tekanan atau iritasi pada saraf di sekitar wajah juga dapat menimbulkan sensasi kesemutan.
4. Neuropati kranial
Neuropati kranial terjadi ketika salah satu dari 12 pasang saraf kranial mengalami gangguan. Saraf-saraf tersebut berperan dalam berbagai fungsi, termasuk gerakan wajah, penglihatan, pendengaran, hingga sensasi pada wajah dan kepala.
Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti infeksi, tekanan darah tinggi, diabetes, atau stroke. Gejalanya bergantung pada saraf yang mengalami gangguan, tetapi dapat berupa kesemutan, nyeri, mati rasa, kelemahan otot wajah, atau gangguan pada fungsi tertentu.
Baca kelanjutannya di halaman berikutnya..


















































