Jakarta, CNN Indonesia --
Usaha bumbu dan tepung kemasan Iswara Food milik Dewi Aminah menjadi contoh bagaimana pelaku UMKM mampu naik kelas melalui pendampingan yang tepat.
Berawal dari keterbatasan dan cobaan hidup, kini produknya semakin berkembang setelah mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Dewi Aminah, warga Solo, sebelumnya menggantungkan hidup dari usaha batik di Pasar Klewer. Usaha tersebut menjadi tulang punggung keluarga sejak awal pernikahannya. Namun, musibah kebakaran yang melanda pasar tersebut membuat seluruh usahanya habis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cobaan tidak berhenti di situ. Pada tahun 2000, anak ketiganya lahir dengan kondisi autis dan hiperaktif. Kondisi itu mendorong Dewi untuk mempelajari makanan sehat yang sesuai dengan kebutuhan sang anak.
Dari situ, ia mulai mengenal dunia bumbu dan olahan tepung, termasuk mengembangkan tepung mokaf menjadi berbagai produk seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan.
Perjalanan Iswara Food semakin menunjukkan perkembangan positif ketika Dewi bergabung dalam program pelatihan BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo.
"Alhamdulillah, saya mendapat bimbingan dari BRI melalui program BRIncubator selama 10 hari yang membuat saya lebih percaya diri," ujarnya.
Pendampingan itu tak hanya membuat bisnisnya lebih berkembang, tetapi juga mendorong Dewi untuk berbagi manfaat kepada masyarakat sekitar. Ia memberdayakan ibu-ibu yang membutuhkan, terutama mereka yang ingin memulai usaha rumahan dari modal kecil.
"Saya juga melatih ibu anak yatim dan para istri dari warga binaan agar bisa berbisnis dengan modal kecil. Mereka dibimbing membuat produk, didampingi setiap bulan, hingga melahirkan usaha baru. Bagi yang siap, bisa menjadi produsen dengan merek sendiri, termasuk saya bantu gratis pengurusan PIRT dan halal. Dari rumah pun bisa, yang penting niat-Insya Allah akan ada jalan," ujar Dewi.
Pada kesempatan berbeda, Corporate Secretary BRI, Dhanny menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah lolos kurasi.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap bersaing.
BRIncubator, lanjutnya, menjadi wujud komitmen BRI dalam membantu UMKM untuk berkembang dan naik kelas melalui pelatihan terarah dan pendampingan berkelanjutan yang memungkinkan UMKM tumbuh secara bertahap namun berdaya saing.
"Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar," pungkas Dhanny.
(inh)


















































