KKP Bangun Tambak Udang Terintegrasi di NTT, Pinjam Asing Rp7 T

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan pendanaan dari pinjaman asing sekitar Rp7 triliun.

Proyek tersebut ditargetkan meningkatkan produksi udang nasional sekaligus menjadi model pengembangan budi daya skala besar di Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP TB Haeru Rahayu mengatakan pembangunan kawasan tambak tersebut didanai melalui skema pinjaman luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita loan, KSA (kredit swasta asing), Rp7 triliunan," ujarnya di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).

Ia menjelaskan kawasan budidaya udang terintegrasi tersebut dikembangkan di Waingapu karena memiliki hamparan lahan luas dan dinilai layak secara teknis.

"Di sana ada hamparan lahan yang luas, clear and clean, serta free. Sudah menjadi haknya KKP. Jadi luasnya 2.000 hektare," kata Haeru.

Proyek tambak udang di Waingapu dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) yang mencakup fasilitas hulu hingga hilir, mulai dari pembenihan, pakan, pabrik es, hingga cold storage dalam satu kawasan.

Jika seluruh proyek rampung, kawasan tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 52 ribu ton udang jenis vaname per tahun dan menambah kapasitas produksi nasional.

"Totalnya nanti kalau semua jadi 52 ribu ton per tahun. Di sana nanti akan menambah produksi udang nasional," ujar Haeru.

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan dua kluster tambak mulai beroperasi dari total 12 kluster yang direncanakan. Setiap kluster terdiri dari 128 petak tambak atau sekitar 256 petak untuk tahap awal.

Pembangunan kawasan ini ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun, namun pemerintah berupaya mempercepat penyelesaian menjadi dua tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Haeru, kawasan tambak di Waingapu merupakan proyek terbesar dibandingkan lokasi pengembangan sebelumnya, termasuk tambak di Kebumen yang hanya memiliki luas sekitar 100 hektare.

Kawasan Waingapu memiliki luas sekitar 2.000 hektare dengan sekitar 1.300 hektare di antaranya digunakan untuk kolam budidaya.

Ia menyebut proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pemerataan pembangunan sektor perikanan di luar Pulau Jawa.

"Indonesia bukan hanya Jawa, Indonesia sentris," ujarnya.

Meski demikian, pembangunan menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait akses geografis yang masih terbatas.

Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menambah akses penerbangan guna mendukung pengawasan dan pengembangan kawasan.

KKP menyebut pembangunan kawasan tambak terintegrasi di Waingapu merupakan program strategis pemerintah untuk memperkuat industri budi daya perikanan nasional secara berkelanjutan serta meningkatkan daya saing ekspor.

Saat ini, produksi udang nasional mencapai sekitar 1,2-1,3 juta ton per tahun dengan nilai ekspor sekitar US$1,6 miliar hingga US$2,2 miliar. Sebagian besar ekspor udang Indonesia masih ditujukan ke Amerika Serikat (AS).

Selain meningkatkan produksi, KKP juga membuka peluang perluasan pasar ekspor udang Indonesia.

Haeru mengatakan saat ini ekspor udang nasional masih didominasi ke AS, namun pemerintah mulai menjajaki pasar baru di sejumlah kawasan.

"Ekspor sementara ini masih ke Amerika, tapi Ditjen PDSPKP (Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan) sedang menjajaki ke Eropa, kemudian ke Asia Timur, Jepang, Korea, dan ke Timur Tengah," ujarnya.

Upaya penjajakan pasar tersebut dilakukan untuk memperluas tujuan ekspor sekaligus meningkatkan daya saing produk udang nasional di pasar global.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Read Entire Article
| | | |