KPK Malaysia Tangkap Mantan Bos FELDA, Terkait Investasi Sawit RI?

20 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) telah menangkap mantan pejabat tinggi badan pengelola sawit Federal Land Development Authority (FELDA), serta anak perusahaannya Felda Investment Corporation (FIC) terkait kasus dugaan penyelewengan proyek Kuala Lumpur Vertical City (KLVC).

MACC resmi menyelesaikan penyidikan kasus terkait KLVC. Proyek properti ini melibatkan badan pengelola perkebunan sawit milik negara FELDA dan anak perusahaannya FIC.

Ketua Pesuruhjaya MACC Abd Halim Aman mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap seorang mantan Direktur Jenderal FELDA dan seorang mantan CEO FIC, sebagaimana dilansir dari FMT, Senin (21/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"MACC akan merekomendasikan agar dakwaan diajukan terhadap kedua individu tersebut berdasarkan berkas penyidikan," ujar Halim dalam konferensi pers di Kajang, Sabtu (19/9).

Pihaknya kini menunggu persetujuan dari Kejaksaan Agung Malaysia untuk melanjutkan proses penuntutan.

Selain penangkapan dua mantan pimpinan tersebut, MACC juga memeriksa mantan Ketua FELDA Isa Samad di Penjara Sungai Buloh. Isa diperiksa terkait tujuh berkas penyidikan terpisah yang mencakup dugaan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan penyelewengan dana investasi di lingkungan FELDA dan FIC.

[Gambas:Youtube]

"Keterangan tersebut dicatat di Penjara Sungai Buloh pada Kamis (17/9). Proses diperkirakan berlanjut pekan depan. Hingga Jumat (18/9), total 34 saksi telah dipanggil dan keterangan mereka dicatat terkait tujuh kasus yang tengah diselidiki," jelas Halim

Penyidikan berskala besar yang dinamai badan antikorupsi sebagai Op Fella ini berfokus pada seluruh transaksi investasi dan akuisisi aset FELDA selama rentang 10 tahun, yakni dari periode 2010 hingga 2020.

Media Malaysia, Bernama juga melaporkan bahwa MACC telah mencatat keterangan dari Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Mohamad Sabu serta sekretaris jenderal kementerian sehubungan dengan penyelidikan mengenai keterlambatan pasokan pupuk di Kedah.

Halim mengatakan keterangan Mohamad dicatat pada Rabu (16/9), sedangkan keterangan sekretaris jenderal dicatat sehari sebelumnya.

Sejauh ini, 37 saksi telah dipanggil dan keterangan mereka dicatat untuk membantu penyelidikan-yang dimulai pada 26 Agustus-terkait penunjukan sebuah perusahaan oleh Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan.

"Penyelidikan masih berlangsung dan diperkirakan akan rampung dalam satu atau dua minggu," kata Halim.

(ins)

Read Entire Article
| | | |