Libur Nyepi dan Idulfitri, Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan 18-24 Maret

8 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan kebijakan ganjil-genap di Ibu Kota sehubungan libur Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026.

Adapun ganjil-genap di Jakarta ditiadakan pada 18-24 Maret 2026. Hal ini disampaikan oleh Dishub DKI Jakarta melalui akun Instagram @dishubdkijakarta.

"Sehubungan dengan Hari Libur dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948) dan Hari Raya Idulfitri 1447 H pada 18-24 Maret 2026, pelaksanaan sistem Ganjil Genap di berbagai ruas jalan di Jakarta DITIADAKAN," demikian keterangan Dishub DKI Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

Pemerintah melalui SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 telah menetapkan libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026 pada:

Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
Sabtu, 21 Maret 2026: Idul Fitri 1447 Hijriah
Minggu, 22 Maret 2026: Idul Fitri 1447 Hijriah
Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah

Prediksi puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat lintas sektoral untuk persiapan kelancaran arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026. Sigit mengatakan puncak arus mudik Lebaran diprediksi terjadi dua kali.

Rapat ini juga dihadiri Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Waasops Panglima TNI, Kepala BNPB, Kepala BMKG, hingga jajaran Dirut BUMN seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja juga hadir.

Sigit mengatakan puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dua kali. Hal itu sejalan dengan penerapan kebijakan kerja dari mana saja atau work from anywhere oleh pemerintah.

"Prediksi puncak arus mudik (gelombang pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14-15 Maret. Kemudian pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17 (Maret). Sementara prediksi puncak arus mudik (kedua) ada di tanggal 18-19 Maret," kata Sigit dalam rakor yang digelar di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3).

Dia mengatakan pada periode itu juga ada Hari Raya Nyepi. Sehingga, diperlukan pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali untuk menghormati umat Hindu.

Polri juga memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi dua kali. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.

"Kemudian prediksi puncak arus balik yang pertama di tanggal 24 dan 25 Maret. Prediksi puncak arus balik kedua 28 sampai 29 Maret," ujarnya.

(isn/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |