Jakarta, CNN Indonesia --
Mahkamah Agung (MA) mengonfirmasi Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Bambang Setyawan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Infonya betul nggih. Saya belum tahu (ada berapa hakim yang ikut ditangkap), yang jelas wakilnya," kata Hakim Agung yang juga Juru Bicara MA, Yanto kepada wartawan, Jumat (6/2).
Yanto belum mau mengungkap kasus dugaan korupsi yang menjerat Bambang. Ia mengatakan MA akan memberikan keterangan resmi pada Senin 9 Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Senin mau press release karena semua pimpinan lagi di Jogja. Senin aja kita sampaikan ya," ujarnya.
Sebelumnya Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan ada kegiatan tangkap tangan di Depok yang menyasar penegak hukum.
"Memang benar ada penangkapan di wilayah Depok. APH," kata Fitroh semalam.
Sementara itu Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu mengungkapkan ada perpindahan uang dari pihak swasta ke penegak hukum.
Operasi senyap itu dilakukan KPK pada Kamis (5/2) sore hingga malam.
"Telah terjadi penangkapan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan, nanti kita lihat ya, ada delivery ya, apakah nanti itu bentuknya penyuapan atau pemerasan," ujar Asep di Gedung Merah Putih di Jakarta, semalam.
Berdasarkan sumber CNNIndonesia.com di internal KPK, salah satu pihak yang terjaring tangkap tangan tersebut ialah Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Bambang Setyawan.
"Waka PN Depok," ujar sumber CNNIndonesia.com yang mengetahui penanganan OTT tersebut, Kamis (5/2).
Masih informasi dari sumber di KPK, operasi senyap ini terkait dugaan suap pengurusan perkara sengketa tanah yang melibatkan PT Karabha Digdaya. Lahan yang menjadi sengketa berada di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat.
Dikutip dari laman resmi perusahaan, PT Karabha Digdaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan properti dan penyediaan jasa rekreasi berstandar tinggi, dengan fokus pada pengembangan aset yang bernilai strategis dan berkelanjutan.
Secara kepemilikan, PT Karabha Digdaya merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Kementerian Keuangan, sehingga menjadi bagian dari entitas usaha yang berperan dalam optimalisasi dan pengelolaan aset negara secara bertanggung jawab.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PT Karabha Digdaya mengelola beberapa unit bisnis utama, yaitu penyedia Jasa Lapangan Golf, yang dioperasikan melalui brand Emeralda Golf Club.
Kemudian Property and Estate, yang mencakup pengelolaan dan pengembangan kawasan hunian dan properti, antara lain Cimanggis Golf Estate serta Cluster Umma Arsa
(fra/fam/fra)















































