CNN Indonesia
Rabu, 02 Jul 2025 19:30 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, menyerukan niat membentuk partai politik baru demi menyaingi Partai Republik. Rencana ini diutarakan Musk menyusul cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang makin sengit.
Selain berjanji bakal membentuk partai baru bernama America Party, Musk bahkan blak-blakan menyatakan siap mendukung setiap politikus yang bisa menjadi penantang utama seluruh anggota Partai Republik di Kongres.
Ancaman politik ini diutarakan Musk jika Partai Republik di Capitol Hill menyetujui RUU kebijakan domestik besar-besaran yang diajukan Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika RUU pengeluaran gila ini lolos, maka America Party akan dibentuk keesokan harinya," tulisnya di salah satu dari beberapa unggahannya di X pada Selasa (1/7).
"Negara kita butuh alternatif dari uni-partai Demokrat dan Republik, agar rakyat benar-benar punya SUARA," paparnya menambahkan seperti dikutip New York Times.
Musk juga menyatakan siap mendukung anggota DPR Thomas Massie dari Kentucky, salah satu tokoh utama yang menolak RUU Trump tersebut.
Hampir seluruh anggota Partai Republik di Kongres mendukung RUU Trump tersebut meski beberapa faksi Partai Republik menyuarakan kekhawatiran atas isi paket legislasi ini.
Hubungan Musk dan Trump memang semakin renggang setelah pemilik X itu selesai mengemban tugas sebagai pemimpin Kementerian Efesiensi Pemerintah AS (DOGE) di kabinet Trump.
Terbaru, Trump bahkan blak-blakan menyatakan akan mencabut subsidi pemerintah federal yang selama ini dinikmati oleh perusahaan-perusahaan milik Musk, termasuk SpaceX.
Trump juga terang-terangan mengusir Musk dan memintanya kembali ke kampung halaman di Afrika Selatan.
"Elon mungkin mendapat subsidi lebih banyak daripada manusia mana pun dalam sejarah, dan tanpa subsidi itu, dia mungkin harus menutup perusahaannya dan pulang ke Afrika Selatan," tulis Trump di media sosial pada Selasa pagi.
"Tak ada lagi peluncuran roket, satelit, atau produksi mobil listrik, dan negara kita akan menghemat banyak UANG."
(rds)