Mengapa Kita Senang Mengupil?

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 04 Feb 2026 20:45 WIB

Mengupil alias mengorek lubang hidung jadi kebiasaan banyak orang. Ngupil jadi cara membersihkan hidung dari kotoran dengan cara yang nyaman. Foto: paulajoubert/pixabay

Jakarta, CNN Indonesia --

Mengupil alias mengorek lubang hidung jadi kebiasaan banyak orang. Ngupil jadi cara membersihkan hidung dari kotoran dengan cara yang nyaman.

Secara medis, kebiasaan mengupil dikenal dengan istilah 'rhinotillexomania'. Kebiasaan ini berupa memasukkan sebuah jari ke dalam lubang hidung, yang kemudian digerak-gerakkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip BBC, sebuah survei soal kebiasaan mengupil pernah dilakukan terhadap 200 remaja di India. Hasilnya, sebanyak 7,6 persen anak mengupil lebih dari 20 kali sehari. Sebanyak 12 persen mengaku mengupil karena alasan nyaman.

Hasil survei di atas menggambarkan bahwa mengupil dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang dinilai memberikan rasa nyaman. Sentuhan pada dinding hidung bagian dalam secara tidak langsung memberikan sensasi nyaman.

Kenapa kita terbiasa mengupil?

Ada banyak alasan mengapa orang mengupil. Mengutip WebMD, lendir di hidung membantu melumasi saluran hidung, mencegah kuman masuk ke paru-paru. Lendir di hidung juga dapat meningkat karena alergi dan infeksi sinus.

Peningkatan lendir tersebut mengakibatkan kotoran hidung yang mengiritasi atau menyumbat saluran hidung. Kondisi ini memicu rasa tidak nyaman. Mengupil jadi solusi untuk membersihkan hidung.

Selain itu, beberapa orang lain juga terbiasa mengupil saat gugup atau merasa bosan. Artinya, mengupil jadi salah satu sarana relaksasi bagi sebagian orang.

Pada akhirnya, kebiasaan ini diadopsi secara tidak sadar, memicu perilaku kompulsif dan berulang yang sulit dihentikan.

Menukil The Guardian, salah satu alasan mengapa mengupil begitu menyenangkan adalah karena bagian korteks otak yang terhubung dengan tangan dan wajah sangat berdekatan.

Korteks ini dikenal dengan sebutan homunculus. Tersembunyi di dalam sulkus sentral otak, sebuah lekukan di sisi tengah kepala.

Para ahli menduga, hal tersebutlah yang membuat banyak orang senang menyentuh bagian dari wajah, termasuk hidung.

Bahaya mengupil buat kesehatan

The woman who takes care of her faceIlustrasi. Meski relatif aman, kebiasaan mengupil juga bisa berbahaya untuk kesehatan. (iStockphoto/liza5450)

Meski jarang berbahaya, mengupil bisa memicu penyebaran bakteri dan masalah lebih lanjut. Meski hidung jadi bersih setelah mengupil, namun mengorek kotoran yang kering dapat menyebabkan iritasi hingga pendarahan dan pembengkakan.

Luka dapat berkembang di dalam hidung akibat sering mengupil. Hanya sedikit goresan luka di dinding hidung bagian dalam saja bisa memicu mimisan.

Mengupil dengan kasar atau menggunakan kuku yang panjang juga dapat menyebabkan pengikisan lapisan dalam dan pembentukan kerak.

Selain itu, mengupil dan membersihkan kotoran kering di hidung berulang kali dapat mengganggu pembentukan kerak serta memasukkan bakteri ke dalam tubuh yang bersarang di bawah kuku.

Menukil Science Alert, sebuah studi pada tikus tahun 2022 bahkan menemukan hubungan antara kebiasaan mengupil dengan peningkatan risiko Alzheimer.

Tim peneliti dari Griffith University, Australia menguji bakteri penyebab pneumonia. Bakteri ini ditemukan di sebagian besar otak manusia yang mengalami demensia onset lambat.

Pada tikus, bakteri dapat bergerak naik melalui hidung hingga ke otak. Saat epitel hidung rusak, infeksi saraf akan memburuk. Hal ini membuat otak tikus menyimpan lebih banyak protein amiloid-beta-protein, yang juga kerap ditemukan pada pasien Alzheimer.

(asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |