Menguak Kepribadian Kucing dari Warna Bulunya

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Kamis, 12 Feb 2026 13:00 WIB

Warna bulu kucing disebut bisa memberi gambaran sifatnya. Benarkah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Ilustrasi. Melihat kepribadian kucing dari warna bulunya. (iStock/skynesher)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Memilih kucing sebagai hewan peliharaan bukan sekadar soal paras yang menggemaskan. Setiap kucing memiliki karakter unik yang bisa memengaruhi kecocokannya dengan gaya hidup pemilik.

Menariknya, warna bulu kucing kerap disebut dapat memberi gambaran kasar tentang kepribadiannya.

Secara ilmiah, warna bulu memang ditentukan oleh gen. Gen tersebut tidak hanya mengatur pigmen warna, tetapi dalam beberapa kasus juga dikaitkan dengan kecenderungan temperamen tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, penting dipahami bahwa ini hanyalah gambaran umum. Faktor genetik lain, ras, lingkungan, hingga pengalaman hidup tetap berperan besar dalam membentuk karakter seekor kucing.

Lalu, seperti apa kepribadian kucing berdasarkan warna bulunya? Berikut penjelasannya melansir berbagai sumber:

1. Kucing putih

Kucing putih identik dengan kesan manis, anggun, dan pendiam. Mereka sering diasosiasikan dengan simbol kedamaian dan ketenangan. Secara umum, kucing putih cenderung lebih tenang dan gemar bersantai.

Banyak pemilik menyebut kucing putih sebagai tipe yang penyayang, tetapi tidak terlalu agresif dalam menunjukkan perhatian.

Perlu diketahui, kucing putih dengan mata biru memiliki risiko tuli lebih tinggi. Hal ini terjadi karena gen yang menyebabkan warna putih juga dapat memengaruhi perkembangan pendengaran.

2. Kucing hitam

Mandiri, misterius, dan cerdas adalah kesan yang sering melekat pada kucing hitam. Di beberapa budaya, kucing hitam bahkan dianggap membawa keberuntungan.

Di Inggris dan Jepang, kucing hitam dipercaya sebagai simbol hoki. Sementara di Mesir kuno, kucing hitam dihormati dan dikaitkan dengan dewa pelindung.

Dari sisi perilaku, kucing hitam kerap digambarkan lebih independen, tetapi tetap responsif terhadap pemiliknya. Mereka juga dikenal mudah dilatih.

3. Kucing tabby

Tabby bukanlah warna, melainkan pola bulu yang termasuk salah satu pola tertua pada kucing. Pola ini hadir dalam berbagai variasi seperti mackerel, classic, dan spotted.

Kucing tabby umumnya dikenal ramah, energik, dan suka bermain. Mereka mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan cenderung cepat akrab dengan manusia.

Gen yang menentukan pola tabby berbeda dari gen yang menentukan warna bulu, sehingga pola ini bisa muncul dalam berbagai kombinasi warna.

Sterling, a Maine Coon cat, sits next to awards it has won at the New England Meow OutfitĂ­s 10th Annual Allbreed and Household Pet Cat Show in Natick, Massachusetts, on August 27, 2023. (Photo by Joseph Prezioso / AFP)Ilustrasi. Kucing (AFP/JOSEPH PREZIOSO)

4. Kucing calico dan tortoiseshell

Kucing calico dan tortoiseshell hampir selalu berjenis kelamin betina. Warna bulunya terbagi dalam petak-petak berbeda, bukan bercampur rata. Fenomena genetik ini berkaitan dengan proses yang dikenal sebagai kalikosis.

Secara karakter, mereka kerap digambarkan mandiri, berani, tetapi juga penuh kasih sayang. Banyak pemilik menyebut kucing calico dan tortoiseshell memiliki kepribadian yang tegas dan ekspresif.

5. Kucing oranye (Ginger)

Kucing oranye atau ginger dikenal luas di Indonesia, bahkan kerap dijuluki "kucing kampung". Warna bulunya yang cerah seolah sejalan dengan sifatnya yang ramah dan aktif.

Kucing oranye sering digambarkan penyayang, mudah bergaul, dan suka bermain. Secara genetik, kucing oranye lebih sering berjenis kelamin jantan dibandingkan betina.

Menariknya, kucing oranye juga disebut memiliki risiko obesitas lebih tinggi karena nafsu makannya yang besar. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan asupan dan aktivitas fisiknya.

Goose, alien menyerupai kucing peliharaan dalam film The Marvels.Ilustrasi. Kucing oren. (Marvel Studios)

6. Kucing biru (Russian Blue)

Kucing biru, seperti Russian Blue, dikenal tenang, anggun, dan cenderung pendiam. Mereka biasanya menunjukkan kasih sayang dengan cara yang lembut dan tidak berlebihan.

Bulu berwarna abu-abu kebiruan pada ras ini disebabkan oleh gen resesif. Karakter mereka kerap digambarkan cerdas dan relatif mudah dilatih.

Meski berbagai stereotip warna ini menarik untuk disimak, karakteristik di atas bukanlah aturan mutlak. Setiap kucing tetaplah individu dengan kepribadian unik.

Lingkungan, pola asuh, interaksi, serta pengalaman hidup berperan besar dalam membentuk perilaku mereka. Dengan perhatian dan pelatihan yang tepat, kucing dari warna apa pun dapat tumbuh menjadi teman yang hangat dan menyenangkan di rumah.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |