Milisi Houthi Klaim Serang Riyadh Saudi Pakai Drone-Rudal Balistik

20 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Konflik antara kelompok milisi Houthi Yaman dan Arab Saudi kian panas. Pada Sabtu (19/9), ibu kota Saudi, Riyadh, sampai menjadi target serangan Houthi

Dilansir dari Al Jazeera, pasukan koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi di Yaman melaporkan Houthi meluncurkan serangan ke Riyadh dan sejumlah wilayah Saudi lainnya hingga sirene peringatan meraung kencang di seantero ibu kota.

Serangan-serangan tersebut berhasil dicegat, namun puing-puing pecahan rudal jatuh dan melukai sejumlah warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keterangan Houthi, pihaknya menargetkan lokasi-lokasi "sensitif" di Riyadh serta fasilitas minyak Aramco di Kota Yanbu. Serangan itu diklaim menggunakan rudal jelajah, rudal balistik, serta pesawat nirawak dan mengakibatkan "kebakaran besar".

Ini merupakan peringatan serangan udara pertama yang dibunyikan di Riyadh sejak konflik dengan Houthi meletus kembali pada Juli lalu.

Konflik keduanya bermula setelah bandara di ibu kota Sanaa, Yaman, diserang pada 13 Juli lalu, yang mengakibatkan pesawat yang membawa delegasi Houthi dari Iran tak bisa mendarat. Houthi menuduh Saudi dalang di balik serangan tersebut. Serangan itu sendiri dilancarkan oleh pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Sejak peristiwa di bandara, Houthi meluncurkan berbagai serangan ke Saudi dan memblokade jalur perairan bagi kapal-kapal Riyadh.

Salah satu serangan Houthi sempat dituduh menyasar Kota Mekkah. Namun, Houthi membantah menyerang kota suci umat Islam tersebut.

Dalam pernyataan kepada Associated Press (AP) pada Minggu (20/9), anggota biro politik Houthi Mohamed Al Bukhaiti memperingatkan negara-negara lain agar tidak bergabung dengan Arab Saudi untuk melawan Houthi.

Ia menyebut pihaknya memiliki kemampuan untuk berperang di berbagai front "seandainya ada negara yang terlibat dalam agresi terhadap Yaman bersama Arab Saudi."

"Saat ini, Yaman mampu berperang bukan hanya di lingkungan internal, tetapi juga secara internasional," ucapnya.

Menurut Al Bukhaiti, serangan Houthi terhadap Saudi akan terus berlanjut hingga Riyadh mengakhiri blokade selama satu dekadenya terhadap wilayah Houthi di Yaman dan mengizinkan kapal-kapal mencapai pelabuhan yang dikuasai Houthi di Laut Merah.

Jika itu dilakukan, Houthi siap untuk bernegosiasi damai dengan Saudi.

Pada kesempatan itu, Al Bukhaiti juga mengatakan pihaknya tidak akan menyerang kapal-kapal lain, termasuk kapal Amerika Serikat, karena target mereka semata-mata hanya Arab Saudi.

"Kami menegaskan bahwa kami tidak menargetkan Amerika Serikat, atau negara lain mana pun, di selat ini, kecuali Saudi," katanya kepada AP dalam wawancara Zoom dari ibu kota Yaman

(blq/dna)

Read Entire Article
| | | |