CNN Indonesia
Jumat, 20 Feb 2026 02:00 WIB
Ilustrasi. Muslim yang hendak berpuasa Ramadhan wajib mengawalinya dengan niat. Berikut pilihan bacaan niat sahur puasa Ramadhan berbagai versi. (iStockphoto/ibnjaafar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Muslim yang hendak berpuasa Ramadhan wajib untuk mengawalinya dengan membaca niat. Niat puasa Ramadhan dilakukan sebelum terbit fajar atau Subuh. Niat dapat diucapkan setelah sholat Isya atau selama waktu sahur, sebelum tiba waktu Imsak.
Berikut pilihan bacaan niat sahur puasa Ramadhan lengkap teks Arab dan artinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Islam, niat adalah keputusan untuk melakukan sesuatu yang ditujukan hanya kepada Allah SWT. Untuk itu, membaca niat puasa harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Sebelum berpuasa, membaca niat menjadi hal yang wajib karena niat menjadi salah satu rukun yang harus ditunaikan. Tanpa niat, puasa tidak akan sah.
Dikutip dari NU Online, dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa tanpa diawali niat di malam harinya dianggap tidak sah.
مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya: "Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya." (HR Ad-Daru Quthni dan Al- Baihaqi).
Membaca niat cukup diucapkan dalam hati. Meski begitu, kamu dapat melafalkan secara lisan bersamaan dengan niat di hati.
Bacaan niat puasa Ramadhan berbagai versi
Berikut sejumlah versi bacaan doa niat puasa Ramadhan dari sejumlah kitab. Umat Islam dapat menggunakan salah satu bacaan dari niat tersebut sebelum melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.
1. Niat puasa Ramadhan dalam Kitab Asnal Mathalib
نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ
Arab-latin: Nawaitu shaumal ghadi min hadzihis sanati 'an fardhi Ramadhana.
Artinya: "Aku berniat puasa pada esok hari tahun ini perihal kewajiban Ramadhan."
2. Niat puasa Ramadhan dalam Kitab I'anatut Thalibin
نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ
Arab-latin: Nawaitu shauma Ramadhana.
Artinya: "Aku berniat puasa bulan Ramadhan."
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْعَنْ رَمَضَانَ
Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin min'an Ramadhana.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan."
3. Niat puasa Ramadhan dalam Kitab Hasyiyatul Jamal
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhani hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah taala."
4. Niat puasa Ramadhan dalam Kitab Asnal Mathalib
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةَ لِلهِ تَعَالَى
Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihissanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah taala."
5. Niat puasa Ramadhan dalam Kitab Minhajut Tholibin
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah taala."
Demikian beberapa versi bacaan niat puasa Ramadhan yang bisa dibaca ketika selesai shalat tarawih atau makan sahur.
(fef)


















































