Ormas Islam soal BoP: NU-Muhammadiyah Dukung, MUI Kasih Catatan

1 hour ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh agama Islam dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2) siang.

Salah satu pokok bahasan di pertemuan ini ialah membicarakan keputusan Indonesia bergabung Dewan Perdamaian atau Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump untuk persoalan Gaza, Palestina yang selama tiga tahun terakhir dibombardir Israel.

CNNIndonesia.com telah merangkum berbagai pernyataan pimpinan Ormas Islam yang hadir ke Istana usai pertemuan tersebut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MUI Kasih Catatan

Ketum MUI KH M Anwar Iskandar menyatakan mendukung keputusan itu selama memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat.

Ia menyatakan MUI mendukung itu selama dinilai masih sesuai koridor dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Anwar pun menyebut Prabowo menyatakan siap keluar dari BoP jika dinilai organisasi itu sudah tak sejalan lagi dengan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Ia menyatakan dalam pertemuan itu, Prabowo menjelaskan bergabungnya Indonesia ke BoP semata-mata untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Dan apabila di kemudian hari ternyata tidak memberi kemaslahatan dan kebaikan organisasi ini kepada Palestina, kepada perdamaian dunia, maka seluruh negara-negara Islam yang berkumpul di situ akan keluar dari BoP. Ini yang penting kita catat," kata Anwar.

Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis yang juga hadir dalam pertemuan itu mengatakan Prabowo mengaku siap keluar dari Board of Peace ketika dinilai sudah tak sejalan lagi tentang Gaza hingga Palestina.

"Kata pak presiden ketika itu kebijakan kemudian langkah yang tidak sesuai kami akan abstain dan absen, kemudian ketika memang itu tidak cocok dan tidak bisa melakukan apa-apa, beliau siap keluar dari BoP itu," ujar Cholil.

Cholil menyampaikan dalam pertemuan itu ia berpesan ke Prabowo agar Indonesia berperan aktif. Ia menyatakan agar keterlibatan Indonesia justru jangan sekedar melegitimasi penjajahan di Palestina.

Pada saat yang sama, Cholil juga menyampaikan bahwa ia sempat menyampaikan keraguannya atas langkah Indonesia ini.

"Kita tidak mengambil kesepakatan, kita kan diskusi saja. Lalu presiden menjelaskan kenapa masuk ke dalam karena mau memengaruhi dari dalam dan kita memberikan respons," ucap dia.

Pertama, ia mengaku skeptis karena PM Israel Benyamin Netanyahu yang hingga hari ini bersikukuh tak mengakui Palestina sebagai negara.

Kedua, militer Israel yang masih menggencarkan serangan ke wilayah Palestina.

Oleh karena itu, ia pun berpesan kepada Prabowo agar Indonesia mengambil langkah konkret dalam hal ini.

"Kita ingin pasukan perdamaian kita jangan menjadi pasukan yang melawan Hamas, melawan terhadap perlawanan rakyat Palestina untuk merdeka," ujarnya.

Muhammadiyah dan NU Dukung

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan dukungannya.

Ia mengatakan dalam diskusi ini Prabowo telah menjelaskan secara utuh keputusannya bergabung BoP.

"Kami sangat memahami dan mendukung langkah-langkah pemerintah terkait dengan BoP ini," ucap Mu'ti yang juga dikenal sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dalam kabinet Prabowo-Gibran ini.

Hal senada juga disampaikan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Ia menyampaikan dalam pertemuan itu Prabowo menjelaskan secara rinci sikapnya bergabung BoP.

Ia menyatakan pada tataran nilai, seluruhnya sepakat menolak penjajahan, termasuk memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa.

"Dan tadi presiden menjelaskan secara ekstensif sekali hal-hal yang perlu dipertimbangkan itu, dan saya kira semua yang hadir memahami dan bisa menerima dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada presiden," ujar Yahya.

Penjelasan Menlu Sugiono

Menteri Luar Negeri Sugiono yang turut hadir dalam pertemuan itu mengonfirmasi pernyataan tentang kemungkinan keluar dari Board of Peace yang digagas Trump untuk persoalan Gaza, Palestina.

Ia menyatakan bergabungnya Indonesia ke BoP untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi Palestina. Sugiono menekankan Indonesia dalam BoP ini berpegang teguh pada tujuan tersebut.

"Ya kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan pertama situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, dan saya kira itu trajektori yang kita ingin capai yang kita lihat saya kira koridor-koridornya ada di situ," kata Sugiono usai pertemuan itu.

Sugiono pun menyampaikan situasi saat ini masih cukup rapuh.Ia mencontohkan salah satunya militer Israel yang kembali menggencarkan serangan ke wilayah Palestina hingga kini.

Ia juga mengatakan masuknya Indonesia ke BoP ini merupakan komitmen Indonesia dalam menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah khususnya di Palestina dan Gaza.

"Kemudian seperti juga saya sudah sampaikan bahwa kompas ataupun arah daripada upaya-upaya ini adalah untuk tercapainya solusi dua negara dan itu sudah jelas," ujar Sugiono yang juga dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu.

(mnf/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |