Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih Genoa Daniele De Rossi mengakui sulit membobol gawang Cremonese yang dikawal kiper Indonesia Emil Audero.
Hal itu diungkapkan usai Genoa bermain imbang 0-0 melawan Cremonese di Liga Italia.
"Ini akan menjadi kekalahan terberat yang harus ditelan, mengingat dua kekalahan terakhir. Di sini, kami harus menyalahkan diri sendiri, jika itu terjadi bukan wasit atau VAR. Akan sulit untuk bangkit kembali dalam kasus itu, tetapi untungnya tidak demikian," kata De Rossi dikutip dari Cuore Grigio Rosso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, saya melihat tim yang hebat, kami bermain bagus. Mencetak gol melawan Cremonese itu sulit, mereka tim yang kuat secara fisik dan vertikal. Itu tidak mudah bagi siapa pun. Kami mampu mengimbangi Djuric, yang tingginya dua meter, dan lari-lari Thorsby," ujar De Rossi menambahkan.
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, mendapatkan nilai 9,3 saat membawa Cremonese imbangi Genoa dengan skor 0-0 dalam lanjutan Serie A 2025/2026, Minggu (15/2).
Meski dapat nilai 9,3, rapor Emil Audero ternyata masih kalah dari kiper Genoa Justin Bijlow yang mendapatkan nilai sempurna 10.
Hal tersebut terlihat dari rating pemain pada website statistik Sofascore usai pertandingan Cremonese vs Genoa.
Dalam pertandingan di Giovanni Zini, markas Cremonese, Emil tampil sebagai starter. Ia menjadi pilihan utama untuk mematahkan setiap tembakan lawan ke gawang.
Sebagai tuan rumah, Cremonese tampil menekan sejak menit pertama. Hanya saja tim tamu lebih bisa mengendalikan permainan. Pertahanan Cremonese lebih banyak ditekan.
Kendati demikian Genoa tidak bisa bebas melakukan serangan. Sebanyak sembilan tembakan berhasil dilepaskan Genoa, dengan lima di antaranya tepat sasaran.
Peran Emil terlihat di sini. Mantan pemain Juventus ini melakukan lima penyelamatan. Dari lima itu, satu di antaranya mematahkan tembakan pemain Genoa dari dalam kotak penalti.
Pada babak kedua, situasi tak banyak berubah. Lini tengah Genoa lebih bisa mengendalikan permainan. Karena itu Cremonese banyak melakukan serangan balik.
Hingga pertengahan babak kedua, total ada 13 tembakan yang berhasil dilepaskan Cremonese. Dari jumlah tersebut tujuh di antaranya tepat sasaran, kendati tidak berujung gol.
Setelah 75 menit, Genoa menciptakan satu peluang emas dalam pertandingan tersebut. Namun Emil berhasil mematahkan peluang nyaris gol itu dengan gemilang.
Hingga peluit akhir, tak ada gol tercipta. Emil melakukan enam penyelamatan penting dari total 18 tembakan Genoa ke gawang Cremonese. Dengan hasil ini Cremonese tetap di peringkat ke-16.
(rhr/rhr/sry)

















































