Penyebab HP Bisa Overheat dan Mengeluarkan Asap

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus HP mengalami overheat dan mengeluarkan asap bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari kerusakan fisik hingga paparan panas berlebih. Simak penjelasannya berikut ini.

Kepanikan terjadi di gerbong khusus wanita KRL yang berhenti di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (17/9) pagi setelah asap muncul dari dalam tas seorang penumpang.

Polisi memastikan tidak ada ledakan dalam peristiwa tersebut. Asap disebut berasal dari dua unit telepon seluler di dalam tas yang mengalami gesekan hingga terbakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada ledakan. Hanya keluar asap dari tas penumpang perempuan," kata Binmas Rawa Buntu Polsek Serpong Aipda Herry.

Lantas, apa yang sebenarnya bisa membuat HP mengalami overheat hingga mengeluarkan asap seperti kasus tersebut?

Menurut PCMag, kasus ponsel terbakar atau meledak hampir selalu berkaitan dengan baterai. Smartphone modern menggunakan baterai lithium-ion yang bekerja dengan keseimbangan antara elektroda positif dan negatif agar dapat diisi ulang.

Ketika terjadi gangguan, komponen di dalam baterai dapat rusak dan memicu reaksi yang menghasilkan panas berlebih. Salah satu pemicu paling umum adalah panas yang terlalu tinggi.

Baterai yang sedang diisi daya atau prosesor yang bekerja terlalu berat dapat membuat suhu perangkat meningkat dengan cepat. Kondisi tersebut dapat merusak komposisi kimia di dalam baterai dan memicu reaksi berantai yang dikenal sebagai thermal runaway.

Saat thermal runaway terjadi, baterai terus menghasilkan panas hingga akhirnya bisa terbakar atau meledak.

Kerusakan fisik hingga baterai tua

Penyebab overheat pada baterai HP dapat berbeda-beda. PCMag menyebut kerusakan fisik akibat ponsel terjatuh atau tertekuk berlebihan dapat mengganggu bagian dalam baterai.

Paparan sinar matahari terlalu lama, malware yang membuat CPU terus bekerja berat, serta masalah saat pengisian daya juga dapat menyebabkan korsleting di dalam perangkat.

Faktor usia juga dinilai berpengaruh pada kondisi baterai. Pasalnya, baterai akan mengalami degradasi seiring waktu.

Pada perangkat yang sudah digunakan selama bertahun-tahun, komponen internal dapat menurun kualitasnya dan memicu baterai membengkak atau terlalu panas.

Dalam beberapa kasus, masalah juga dapat berasal dari proses produksi perangkat.

Kenapa baterai bisa mengeluarkan asap?

Dikutip dari iFixit, baterai lithium-polymer atau li-po tersusun dari katoda, separator, dan anoda.

Separator berfungsi mencegah katoda dan anoda bersentuhan langsung. Ketika lapisan ini rusak, misalnya akibat baterai tertusuk atau mengalami kerusakan fisik, dapat terjadi korsleting internal.

Energi yang tersimpan kemudian mengalir melalui titik korsleting dan membuat area tersebut sangat panas.

Panas dapat menguapkan elektrolit di sekitar titik tersebut menjadi gas yang bercampur dengan pelarut mudah terbakar.

Jika suhu mencapai titik nyala, gas dapat terbakar dan memicu thermal runaway.

Kondisi inilah yang dapat membuat baterai membengkak, mengeluarkan asap, terbakar, bahkan dalam kasus tertentu meledak.

Menurut iFixit, sumber utama kebakaran bukan karena kandungan lithium di dalam baterai bereaksi dengan udara atau kelembapan, melainkan karena pelarut di dalam elektrolit dapat mudah terbakar ketika terkena panas tinggi.

Tanda-tanda HP bermasalah

Pengguna sebaiknya waspada jika mendengar suara mendesis atau letupan kecil dari perangkat, mencium bau plastik atau bahan kimia terbakar, atau merasakan panas yang tidak normal.

Jika HP terasa sangat panas saat sedang diisi daya, PCMag menyarankan segera mencabut charger.

Tanda lainnya adalah ukuran baterai yang membengkak. Perubahan bentuk perangkat seperti layar terangkat, celah bodi melebar, atau bagian belakang menggembung dapat menjadi indikasi baterai mengalami kerusakan.

Jika kondisi tersebut ditemukan, perangkat sebaiknya segera dimatikan dan dibawa ke pusat servis.

[Gambas:Video CNN]

Cara mengurangi risiko

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kondisi baterai.

PCMag menyarankan pengguna menghindari suhu ekstrem, tidak menutupi HP saat sedang diisi daya, serta menaruh perangkat di permukaan keras dan datar ketika charging.

Pengguna juga disarankan memakai charger dan kabel yang sesuai serta tidak menggunakan kabel rusak atau terkelupas.

Untuk penggunaan sehari-hari, pengguna direkomendasikan menjaga daya baterai di kisaran 30-80 persen apabila memungkinkan.

(lom)

Read Entire Article
| | | |