Pertamax Bisa Rp20 Ribu Imbas Harga Minyak Dunia, Ini Kata Pertamina

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga buka suara soal potensi harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax hingga Pertamina Dex menembus Rp20 ribu per liter di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan harga BBM nonsubsidi berpotensi berada di kisaran Rp18 ribu-Rp20 ribuan per liter jika harga minyak dunia tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujar Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Menurut Eko, kondisi pasar energi global saat ini menghadapi tekanan yang lebih berat akibat konflik di Timur Tengah. Ia menilai dampaknya terhadap pasar energi lebih besar dibandingkan ketika perang Rusia-Ukraina pecah.

Salah satu pemicunya adalah konflik yang berujung pada penutupan Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu titik penting dalam lalu lintas energi dunia sehingga gangguan di kawasan tersebut turut memengaruhi ketersediaan dan harga minyak.

"Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," kata Eko.

Eko berharap harga minyak dunia kembali turun ke kisaran US$60-US$70 per barel seperti sebelum terjadi krisis geopolitik. Namun, ia mengatakan kondisi tersebut masih bergantung pada perkembangan situasi global.

"Kalau berharap turun US$70 per barel atau US$60 per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang," ujarnya.

Harga minyak dunia sendiri kembali menembus US$100 per barel. Mengutip Reuters, harga minyak Brent pada Jumat (11/9) naik US$1,05 atau sekitar 1 persen menjadi US$108,68 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 95 sen atau sekitar 1 persen menjadi US$103,45 per barel.

Kedua harga acuan tersebut sebelumnya melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9).

Secara mingguan, harga Brent dan WTI masing-masing telah naik hampir 13 persen. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi sejak pekan yang berakhir pada 17 Juli.

(del/bac)

Read Entire Article
| | | |