Jakarta, CNN Indonesia --
Pelajar asal Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui program AFS Global STEM Innovators 2025 yang difasilitasi PetroChina International Jabung Ltd.
Salah satu capaian membanggakan diraih pelajar SMAN 7 Tanjung Jabung Barat, Khayana Hafidzha, yang berhasil meraih penghargaan The Best Of Capstone.
Program AFS Global STEM Innovators 2025 berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2025. Kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan kapasitas generasi muda di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan perspektif global. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat kemampuan berpikir kritis, inovatif, serta kepedulian sosial peserta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khayana mengatakan, dirinya mulai mengenal program tersebut setelah mengikuti sosialisasi yang digelar PetroChina International Jabung Ltd bersama Yayasan Bina Antarbudaya pada September 2025. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan SKK Migas dan perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Setelah melalui proses asesmen, Khayana dinyatakan lolos dan berkesempatan mengikuti program lanjutan di Jakarta. Selama satu bulan, peserta mendapatkan kelas mentoring dan diwajibkan menyelesaikan sekitar 25 modul pembelajaran.
"Khayana senang banget karena memang semua biayanya ditanggung. Kami juga mendapatkan kelas mentoring selama satu bulan dan harus menyelesaikan sekitar 25 modul pembelajaran," ujar Khayana kepada CNN Indonesia, Selasa (26/5)
Dalam program tersebut, para peserta diminta menyusun proyek berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Khayana bersama timnya mengangkat proyek bertajuk "PIK-R" yang bertujuan mengurangi pernikahan dini di daerah Tanimbar.
Proyek tersebut mengacu pada target SDGs poin 1, 3, dan 4, yakni No Poverty, Good Health and Well-being, serta Quality Education. Menurut Khayana, proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran pendidikan sekaligus membantu menekan angka kemiskinan.
"Proyek kami fokus pada SDGs, khususnya tentang kemiskinan dan pendidikan. Kami mencoba membuat program yang bisa membantu mengurangi kemiskinan sekaligus meningkatkan kesadaran pendidikan," katanya.
Proyek itu kemudian mengantarkan Khayana dan tim meraih penghargaan The Best Of Capstone. Pengalaman mengikuti program tersebut juga membuka wawasannya terhadap industri minyak dan gas.
"Tadinya saya tidak terlalu mengenal dunia oil and gas. Tapi setelah ikut program SKK Migas dan PetroChina, saya jadi tertarik untuk mendalami bidang migas," ujarnya.
Ia menilai program seperti AFS Global STEM Innovators membuka peluang besar bagi pelajar daerah untuk berkembang dan memperluas jejaring. Melalui program nasional tersebut, Khayana mengaku dapat bertemu dan bertukar ide dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
"Dampaknya sangat berarti. Wawasan saya bertambah dan sekarang saya punya teman dari berbagai daerah di Indonesia," katanya.
Selain memberikan dampak di bidang pendidikan, Khayana menilai PetroChina juga aktif mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya. Menurut dia, perusahaan turut membantu pengembangan UMKM hingga pelestarian hutan mangrove.
Karena itu, Khayana berharap PetroChina terus konsisten menghadirkan program yang melibatkan generasi muda dan masyarakat sekitar.
"Semoga PetroChina terus memberikan dampak baik dari segi ekonomi, lingkungan, maupun pendidikan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional," tuturnya.
Sementara itu, Communication Manager PetroChina Afdal mengatakan program yang fokus pada inovasi dan kepemimpinan seperti AFS Global STEM Innovators berarti besar bagi pendidikan.
"Kita berharap para pelajar ini tumbuh menjadi pemimpin yang punya wawasan global, semangat berinovasi dan kepedulian sosial. Semoga program CSR di bidang pendidikan seperti ini dapat menginspirasi pemuda dan pemudi Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur untuk makin berprestasi di level nasional, atau bahkan internasional," ujar Afdal.
Sebanyak 100 pelajar mengikuti proses seleksi berbasis esai dalam program tersebut. Dari jumlah itu, 10 siswa terbaik berhasil lolos ke tahap nasional di Jakarta yang berlangsung pada 15-20 Desember 2025.
Peserta yang lolos berasal dari sejumlah sekolah di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, yakni SMKN 7 Tanjab Barat sebanyak lima siswa, SMAN 7 Tanjab Barat dua siswa, SMAN 6 Tanjab Barat satu siswa, dan SMAN 5 Tanjab Timur dua siswa.
Selain Khayana, sejumlah siswa lain juga berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kategori. Fradhea Anam dari SMAN 5 Tanjung Jabung Timur dan Fernanda Santana Putra dari SMKN 7 Tanjung Jabung Barat meraih penghargaan The Best Innovative Idea melalui proyek Bio-Hybrid Filter System untuk pengelolaan air gambut berkelanjutan.
Penghargaan Best Progress Team diraih M. Jefri dari SMKN 7 Tanjab Barat, sedangkan penghargaan The Most Engaging Presentation diraih Syarifah Annisa dari sekolah yang sama.
Sementara itu, penghargaan The Most Impactful Solution diraih Audy Azra Rizkia dari SMAN 6 Tanjung Jabung Barat melalui proyek Orencycle, inovasi bioplastik berbahan limbah kulit jeruk.
Seluruh peserta dari Tanjab Barat dan Tanjab Timur dalam program tersebut mendapatkan dukungan penuh dari SKK Migas dan PetroChina International Jabung Ltd yang berkolaborasi dengan Yayasan Bina Antarbudaya.
Program AFS Global STEM Innovators mengusung pendekatan pembelajaran terpadu yang mengombinasikan kompetensi STEM dengan global competence. Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teori sains dan teknologi, tetapi juga dilatih untuk mengaplikasikannya dalam menjawab tantangan nyata, mulai dari energi berkelanjutan, pendidikan berkualitas, hingga pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Selain mengikuti rangkaian kegiatan utama, para siswa juga difasilitasi mengikuti kunjungan edukatif ke Museum Bank Indonesia dan Monumen Nasional sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan dan literasi sejarah.
(inh)
Add
as a preferred source on Google


















































