Polda Metro Usut Dugaan Teror ke Rumah DJ Donny

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Kamis, 01 Jan 2026 12:55 WIB

Polda Metro Jaya akan menyelidiki dugaan teror pelemparan bangkai ayam dan bom molotov yang dialami DJ Donny. Proses penyelidikan segera dimulai. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut laporan dugaan teror ke DJ Donnya telah diterima penyidik pada Rabu (31/12). (ANTARA FOTO/FAH)

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya memastikan bakal mengusut dugaan teror pelemparan bangkai ayam dan bom molotov yang dialami oleh Ramond Dony Adam alias DJ Donny.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut laporan dugaan teror itu telah diterima penyidik pada Rabu (31/12) dan terdaftar dengan nomor laporan LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya.

"Polda Metro Jaya baru menerima laporan dari pelapor," ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis (1/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan dalam waktu dekat penyidik akan memulai proses penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi terkait pelemparan bangkai ayam dan bom molotov itu.

"Akan dilakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi," ucap Budi.

Sebelumnya Ramond Dony Adam alias DJ Donny melaporkan rangkaian teror pelemparan bangkai ayam hingga bom molotov di rumah pribadinya ke Polda Metro Jaya.

DJ Donny menjelaskan aksi teror itu bermula dari bangkai ayam yang dilempar dan ditemukan oleh istrinya pada Senin (29/12). Ia menyebut teror bangkai ayam itu juga disertai tulisan dengan nada ancaman.

"Isinya bangkai ayam, kepalanya dipotong. Ada tulisan ancaman supaya saya jaga ucapan di media sosial. Ada foto saya juga, lehernya digambar seperti disayat," ujarnya kepada wartawan, Rabu (31/12).

Pasca pelemparan bangkai ayam, kata dia, teror kembali berlanjut dengan bom molotov ke rumahnya pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB oleh dua orang tidak dikenal.

Donny menjelaskan dirinya belum membersihkan pecahan kaca dan sisa bom molotov tersebut. Ia sengaja membuat kondisi seperti awal teror untuk memudahkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Makanya saya lapor hari ini. Ini sudah bukan cuma ancaman ke saya, tapi mengancam keluarga dan orang sekitar," tegasnya.

(tfq/har)

Read Entire Article
| | | |