Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto menjamin nelayan akan mendapat kelonggaran pengembalian kredit di atas 10 tahun dalam program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Kebijakan tersebut diberikan agar beban pembiayaan tidak terlalu berat bagi nelayan yang tergabung dalam koperasi pengelola program.
"Yang nanti mereka akan kembalikan investasi itu, tapi kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka. Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun," kata Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program KNMP merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun kawasan desa nelayan yang dilengkapi fasilitas penunjang kegiatan ekonomi.
Prabowo mengatakan pemerintah akan membangun berbagai infrastruktur, seperti pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, serta sarana distribusi dan akses pasar bagi nelayan.
Ia menegaskan skema pembiayaan program tersebut bukan bantuan langsung, melainkan investasi yang dikelola melalui koperasi dan harus dikembalikan secara bertahap.
"Ini semua bukan handout, bukan kita bagi-bagi. Ini kita organisir dalam koperasi. Semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah," ujarnya.
Prabowo menyebut pembangunan kampung nelayan ditargetkan mencapai 1.000 desa pada 2026 dan meningkat menjadi 5.000 desa hingga 2029.
Pemerintah juga berencana mempermudah regulasi serta membuka akses pelabuhan dan bandara agar hasil produksi nelayan dapat dipasarkan, termasuk untuk ekspor.
(del/sfr)
















































