Punya Sejarah Konstruktif, Persib Tak Butuh Keajaiban Lawan Ratchaburi

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Ada yang menilai Persib Bandung butuh keajaiban untuk lolos ke delapan besar Asia Champions League Two 2025/2026, Rabu (18/2).

Situasinya saat ini, Persib tertinggal 0-3 dari Ratcahburi. Meski bermain di kandang, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Maung Bandung diyakini bakal kesulitan menang 4-0 atau lebih.

Terakhir kali Persib menang dengan skor selisih empat gol tercipta pada 3 Maret 2024. Kemenangan dengan skor 4-0 itu tercipta saat melawan Rans United dalam lanjutan Liga 1. Jarang, tapi pernah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pertandingan tersebut, Persib tidak pernah menang dengan skor 4-0 atau lebih. Catatan terbaik tim asuhan Bojan Hodak ini adalah menang 3-0 dan 4-1 atau dengan selisih tiga gol.

Bisakah Persib menang 4-0 atau lebih atas Ratchaburi pada leg kedua kompetisi kasta kedua AFC ini? Tak ada yang mustahil dan Pangeran Biru tak butuh keajaiban.

Menang dengan skor besar bukanlah hal mustahil, sehingga Persib butuh keajaiban. Yang perlu dilakukan Beckham Putra dan kawan-kawan hanya berjuang sekuat hati dan tenaga.

Hodak mengatakan, yang utama pemainnya tidak melakukan kesalahan seperti leg pertama. Dalam laga di markas Ratchaburi itu pemain Persib dinilai terlalu mudah diperdaya lawan.

"Bagi kami besok [hari ini] adalah laga yang penting. Di laga pertama, kami melakukan terlalu banyak kesalahan. Ada pertandingan di mana semuanya berjalan salah," kata Hodak dilansir dari Detik Jabar.

"Saya yakin besok [hari ini] akan jauh lebih baik. Saya berharap stadion akan penuh. [Kekalahan] 3-0, itu merupakan hasil yang sulit untuk dibalikkan," katanya dalam jumpa pers sebelum laga.

Dalam kisah sepak bola, status tertinggal 0-3 bukan hal yang menakutkan. Banyak cerita tim bangkit dari ketertinggalan tersebut. Hodak pun berharap pemain Persib bisa melakukan hal sama.

"Anda tidak pernah tahu, di sepak bola semua bisa saja terjadi. Jadi kami akan melaju, bermain lepas, dan mencoba yang terbaik, dan saya harap kami akan mendapatkan hasil positif," ujarnya.

Soal mentalitas pemain yang dikhawatirkan terpuruk setelah kekalahan 0-3 dari Ratchaburi, diyakini Hodak tak terjadi. Pelatih asal Kroasia ini yakin mentalitas pemain tak terganggu.
"Sebenarnya, mengenai mental itu Anda tidak perlu mempersiapkannya. Mereka sudah tahu. Setelah laga [leg pertama], banyak dari mereka merasa marah," ucap Hodak.

"Banyak dari mereka merasa kecewa mengenai hasil pertandingan itu. Dan mereka tahu mereka harusnya bisa bermain lebih baik," katanya soal mentalitas tim menjelang laga leg kedua. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/rhr)

Read Entire Article
| | | |