Raja Charles Siap Bantu Penyelidikan Pangeran Andrew di Kasus Epstein

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Raja Charles siap bekerja sama dengan kepolisian Inggris untuk mengusut dugaan keterlibatan adiknya, Andrew Mountbatten-Windsor, dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Juru bicara Istana Buckingham mengatakan sang Raja telah "menyampaikan dengan jelas" mengenai keprihatinannya yang mendalam atas dugaan perilaku yang dilakukan sang adik yang telah dicopot gelar kerajaan dan diusir dari Istana tersebut. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun klaim spesifik yang dimaksud adalah tanggung jawab Mountbatten-Windsor untuk menanggapinya, namun jika kami dihubungi oleh Kepolisian Thames Valley, kami siap mendukung mereka sebagaimana mestinya," kata juru bicara tersebut pada Senin (9/2), seperti dikutip CNN.

Andrew Mountbatten-Windsor kembali menuai kontroversi setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengungkap berkas terbaru kasus Epstein yang menunjukkan bahwa sang Pangeran pernah mengirim informasi rahasia kepada Epstein pada 2010 silam.

Materi itu dikirim saat Mountbatten-Windsor menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.

Pada Senin (9/2), kepala eksekutif kelompok anti-monarki Inggris, Republic, Graham Smith, mengatakan bahwa ia telah melaporkan sang Pangeran ke polisi atas "dugaan pelanggaran etika di jabatan publik serta pelanggaran atas rahasia negara."

[Gambas:Video CNN]

Kepolisian Thames Valley mengonfirmasi kepada CNN bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan sedang meninjau informasi terkait.

Mountbatten-Windsor sebelum ini dikecam publik lantaran dituding melakukan pelecehan seksual terhadap seorang korban perdagangan seks Epstein, Virginia Giuffre. Sang Pangeran disebut melakukan hubungan seksual dengan Giuffre, termasuk saat ia masih berusia 17 tahun.

Tuduhan itu diungkap Giuffre dalam memoarnya yang diterbitkan pasca kematiannya. Giuffre bunuh diri pada April 2025 di usia 41 tahun.

Setelah skandal itu ramai, kerajaan Inggris mencabut gelar Mountbatten-Windsor dan mengusirnya dari Kastil Windsor.

Kini, berkas yang baru dibuka Departemen Kehakiman AS mengungkap fakta baru bahwa Mountbatten-Windsor tak cuma melakukan pelecehan seksual tetapi juga membocorkan dokumen rahasia milik pemerintah.

Pada Desember 2010, Mountbatten-Windsor tercatat mengirimkan "ringkasan rahasia" kepada Epstein mengenai peluang investasi terkait rekonstruksi Provinsi Helmand di Afghanistan, tempat pasukan Inggris beroperasi saat itu.

Sang Pangeran mengatakan dalam email kepada Epstein bahwa dia "sangat tertarik dengan komentar, pandangan, atau ide" Epstein mengenai orang-orang yang bisa dia rekomendasikan untuk diperlihatkan ringkasan tersebut.

Dalam email lain pada Desember 2009, Mountbatten-Windsor juga memberi tahu Epstein bahwa ia menghabiskan akhir pekan di Paris bersama "sebuah keluarga bank Amerika yang menarik, yang membutuhkan bantuan di Timur Tengah; ada celah dalam cakupan geografis mereka."

(blq/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |